Sabtu, 16 Mei 2009

ini dia pemenang Indonesia Movie Award 2009

PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK IMA 2009
Ikranagara ( LASKAR PELANGI )

PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK IMA 2009

Cut Mini ( LASKAR PELANGI )

PEMERAN PEMBANTU PRIA TERBAIK IMA 2009

Lukman Sardi ( KAWIN KONTRAK LAGI )

PEMERAN PEMBANTU WANITA TERBAIK IMA 2009

Nasya Abigail ( PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN )

PENDATANG BARU PRIA TERBAIK IMA 2009

Zulfani ( LASKAR PELANGI )

PENDATANG BARU WANITA TERBAIK IMA 2009

Laura Basuki ( GARA_GARA BOLA )

PEMERAN UTAMA PRIA TERFAVORIT IMA 2009

Sophan Sophiaan (LOVE)

PEMERAN UTAMA WANITA TERFAVORIT IMA 2009

Revalina S Temat (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)

PENDATANG BARU PRIA TERFAVORIT IMA 2009

Judika (SI JAGO MERAH)


NOMINASI PENDATANG BARU WANITA TERFAVORIT


Laura Basuki (GARA-GARA BOLA)

SOUNDTRACK TERFAVORIT IMA 2009

Laskar Pelangi ( NIDJI ) - LASKAR PELANGI

FILM TERFAVORIT IMA 2009


LASKAR PELANGI



itu dia deh pemenangnya. ahaaiiiiiiiiiiiiiii

semalem bener2 ngantuk berat sebenarnya, kan dari pagi seharian diluar. baru balik jam 8, itu pun dengan terburu- buru. targetnya jam 8 harus udah ada dirumah, buat nungguin INdonesia Movie Award. ada yang dinanti soalnya hohohohoohoh. . . .. :">


ada giring Nidji
dan ada Joe Sandy. . ..

hohohoohoho. . ..
ini akibat keranjingan The MAster, aku jadi suka Banget ama Joe sanDy...:-p
pinter bangeT sih tuh Orang. . .
kekekekkekekke:-p

bentar bentar, ngomongin Joe sandy ntar ajah, nie ngebahas tentang Ima. mantep deh, laskar pelangi banyak bgt ngeraih penghargaan. dari beribu film yang beredar di sepanjang tahun 2008 ternyata yang berhasil nyedot perhatian masyarakat terbatas. liat ajah deh film pilihan juri dalam kategori film terfavorit, ada ayat- ayat cinta - no wonder, film besutan hanung Bramantyo ini emang keren bgt, sempat membuat ferdi Nuril kehilangan nama aslinya dan rela di dipanggil Fahri-, Love, Fiksi, 3 doa 3 cinta, gara-gara bola, kalau cinta jangan cengeng, pencarian terakhir, perempuan berkalung sorban, dan laskar pelangi.

fiksi? aku belum liat filmnya tuh. 3 doa 3 cinta? eh, emang itu diedarin di Indonesia ya? setauku malah film ini langsung ikutan lomba di singapur ato dimana gituh...heheheh maph, gag ngikutin. ini juga aku blom nonton. gara- gara bola? weleh, ada ya film ini? ini akunya yang gag update ato gimana ya?kalau cinta jangan cengen? tau kok film ini beredar, tapi males bgt nontonnya-marshanda adalah alasan utama aku males nonton film ini, ahahahiiiii, maph marsha.pencarian terakhir n perempuan berkalung sorban aku juga belum nonton. . . .


berharap aja deh, moga2 cepet ditayangin disalah satu tv swasta. . . hehehehhehe"-p

maju terus perfilman Indonesia-kata joe sandy. . . . hehehehhe-

Film Indonesia Vs Film Luar



Apakah anda termasuk orang yang mempunyai hobi menonton film? Kira- kira, film bergenre apa yang anda sukai? Drama, Horor, Action? Hem, pertanyaan paling krusial mungkin adalah, anda lebih menyukai film karya anak negeri atau film luar? Menelisik lebih jauh mengenai film, Di Indonesia sendiri film pertama yang dibuat berjudul ‘ Loetoeng Kasaroeng’ pada tahun 1926. Kondisi perfilman Indonesia mengalami pasang surut dalam perkembangannya. Perfilman Indonesia sempat mengalami keadaan ‘ mati suri’ pada sekitar tahun 1992-2000an. Munculnya beberapa film Indonesia di tahun 2000 keatas, seperti Ada Apa Dengan Cinta ( AADC), yang menjadi sangat fenomenal dalam perfilman Indonesia kala itu. Saya inget banget tuh, waktu boomingnya film itu, semuanya serasa tersihir oleh film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastro Wardoyo. Anak sma mulai mengikuti gaya dandanan Dian sastro, kaus kaki panjang, baju seragam yang agak ketat, lalu apa lagi ya? Yang saya paling inget adalah ketika teman- teman saya yang tadinya sama sekali tidak suka membaca, jadi keranjingan membaca buku sastra, bolak- balik toko buku hanya untuk mendapatkan buku sastra berjudul “ Aku”. Hehehhe, dan terus terang saja, saya pun mencari buku itu.

Balik lagi ke film, perkembangan film Indonesia mulai beranjak meninggalkan kelesuan, ini dilihat dari beberapa film Indonesia yang mulai bermunculan satu- persatu, ada Andai Ia Tau, Pasir Berbisik, Eifel I’m In Love, Jelangkung, Janji Jhoni, sampai film musical anak- anak, Petualangan Sherina. Para seniman film pun mulai mendapatkan penghargaan dari hasil jerih payahnya, ada MTV Indonesia Movie Award, Indonesia Movie Award, dimana pada tahun ini Indonesia Movie Award dilaksanakan 17 Mei yang lalu. Adanya penghargaan ini dapat berdampak positive bagi para Insan perfilman Indonesia, mereka dapat berlomba- lomba untuk menampilkan yang terbaik bagi penonton Indonesia, meningkatkan kualitas permainan mereka dalam layar lebar. Penonton Indonesia pun dapat menikmati setiap akting yang disuguhkan para aktor-aktris dalam setiap film yang diperankannya.

Beberapa gedung bioskop mulai di bangun, tidak hanya satu macam, namun banyak lainnya. Seperti bioskop Cineplex 21, Cinema XXI, Regent, ummm, sepertinya masih banyak yang lainnya ya? Harga tiket pun beragam, mulai dari 20 ribuan- 50 ribuan. Penonton film sejati pasti rela merogoh koceknya untuk menonton film yang mereka sukai, atau pun film baru beredar. Beberapa penonton menyeleksi mana film yang akan mereka tonton, semua itu berdasarkan berbagai factor, seperti siapakah pemeran utamanya, siapa sutradaranya, film tersebut bergenre apa, atau film itu bercerita mengenai apa. Biasanya sang pembuat film memberikan referensi film yang akan mereka tayangkan, memberikan bagaimana awal alur cerita film tersebut, berusaha membuat penasaran bagi yang membaca referensinya dan akhirnya menonton film tersebut.

Namun, ada beberapa teman saya yang hanya memilih film dari luar untuk ditonton di bioskop. Teman saya mengungkapkan,

“ Kalo film Indonesia mah gak usah nonton di bioskop, rugi. Ceritanya paling gitu- gitu aja, lagian tinggal tunggu bajakannya aja beres kan? Trus, gak jarang, film Indonesia hanya dalam waktu yang singkat langsung di tayangkan di stasiun Tv..”

Hem saya jadi ingat betapa sakit hatinya saya saat akan menonton Ayat- Ayat Cinta dan Laskar Pelangi. Kedua film tersebut membuat saya rela berdesak- desakan membeli tiket, mendapat tempat yang tidak nyaman pun tak apa, asal saya bisa menonton filmnya duluan. Eh, tapi, dua atau tiga bulan setelah film itu diedarkan di bioskop, ada salah satu tv Swasta yang memutarkannya sebagai tayang special menyambut Lebaran dan menyambut libur sekolah. Teman saya yang bahkan belum menonton film tersebut, tertawa lebar melihat iklan tersebut.

“ Ngapain kamu kemaren ngantri- ngantri panjang, berjubel, nonton dengan view yang enggak banget, tapi nih baru dua bulan udah ditayangin di tv?wekekekekke…”

Ejekan tersebut saya tanggapi dengan tersenyum kecut. Dasar! Bener juga apa yang dia bilang, buat apa kemaren capek- capek ngantri kalo toh akhirnya dalam jeda waktu yang gak begitu lama film tersebut diputar di tv? Gak perlu susah- susah ngantri berdesakan, nonton pun menjadi santai di depan tv. Gerrrr. . . .

Saya jadi ingat ucapan salah satu sutradara yang pernah berkata,

“ Buatlah fim Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.”

Ucapan ini tentu menyiratkan keinganan sang sutradara tersebut agar masyarakat lebih menyukai menonton film hasil jerih payah yang dibuat oleh anak negeri ketimbang menonton film yang diekspor dari luar Indonesia.

Pencapaian jumlah penonton film yang menakjubkan diraih oleh film Laskar Pelangi, yang berhasil menjaring 3,8 juta penonton hanya dalam waktu 42 hari, angka ini melewati kesuksesan penonton Ayat- Ayat Cinta yang hanya berhasil mendapatkan 3, 5 juta penonton dalam jangka waktu 60 hari. Angka- angka fantastis ini menunjukkan adanya kegairahan penonton Indonesia untuk menonton film garapan anak negeri. Tak heran bila Laskar Pelangi menjadi film terfavorit sepanjang tahun 2008. bahkan dalam ajang Indonesia Movie Award, film garapan Mira Lesmana dan Riri Riza ini meraih berbagai penghargaan seperti, pemeran utama pria terbaik ( Ikranagara), pemeran utama wanita terbaik ( Cut Mini), Pendatang baru pria terbaik ( Zulfani) serta soundtrack film terfavorit ( www. Rcti.tv).

Apakah angka itu akan terus bertahan?

Hemm, Film yang diangkat dari novel J K Rowling, Harry Potter, berjudul Harry Potter And a Half Blood Prince, akan merajai layar lebar diseluruh dunia pada pertengahan bulan depan. Dan seperti sebelumnya, film Harry Potter berhasil menyihir jutaan masyarakat untuk menonton aksi dari Daniel Radclife yang berperan sebagai sang tokoh utama. Ini dilihat dari angka yang menakjubkan yang berhasil diraup oleh film Harry Potter sebelumnya, Harry Potter And Orde Of Phoenix yang berhasil 44,8 Juta Dollar untuk pemutaran perdananya diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri pasti banyak banget penggemar Harry Potter yang rela berdesakan hanya untuk menjadi penonton pertama film ini. Dan itu pun termasuk saya. Dan lagi- lagi saya rela menonton di tempat yang viewnya sangat tidak nyaman untuk menonton film yang kira- kira berdurasi 1,5 jam ini.

Tulisan ini bukan untuk membuat anda semua ‘diharuskan’ untuk menonton film dalam negeri saja, lupakan film Luar! Bukan seperti itu, saya hanya memberikan gambaran bahwa dengan beberapa serbuan film luar, toh masih ada film olahan dalam negeri yang menjadi Tuan rumah. Jeda waktu yang timbul saat tahun 1990an, dimana film Indonesia seakan mati suri, hanya ada beberapa karya yang berhasil dipasarkan, namun terkadang masyarakat pun tak mengerti, tak tau bahwa ada karya yang dihasilkan, jeda waktu tersebut diserbu oleh pasaran film luar negeri, sehingga kala itu, film luar menjadi tuan rumah dinegeri kita ini.

Adanya gempuran film- film dari luar harusnya membuat insan perfilman Indonesia termotivasi dalam menghasilkan film- film yang lebih baik lagi. Film yang berbeda dari yang lainnya. Film Indonesia sendiri harus bersaing dengan sesama film Indonesia yang dibuat oleh sutradara yang berbeda- beda dengan olahan film dan artis yang berbeda pula. Satu sama lain harus bersaing dan menunjukkan kualitas dari masing- masing film. Sayangnya, genre film Indonesia terkadang masih terlihat latah, saat film remaja naik daun, film- film remaja lainnya di produksi, begitu pun saat boomingnya film sex komedi ataupun film bergenre horror. Satu persatu insan film membuat film yang bergenre sama dengan harapan filmnya laku dipasaran. Padahal, sebagai penonton pastilah mengalami rasa jenuh dengan genre film yang itu- itu saja. Dan mulai menghembuskan nafas jengah saat melihat deretan film yang diputar di bioskop yang bersifat mistis. Well, semoga perfilman Indonesia makin dapat memberikan warna lain dalam setiap karyanya, maju terus perfilman Indonesia!

Minggu, 19 April 2009

warNa- warni buLan ApriL

Warna- warni bulan April

Apa yang ada dipikiran warga Indonesia saat memasuki bulan April ini? Yap, hanya ada satu kata: Pemilu! Well, memang pesta Demokrasi yang hanya berlangsung lima tahun sekali ini nampak sangat mendominasi. Banyak yang menyambut dengan antusias, namun ada juga segelintir orang yang acuh tak acuh menghadapi pemilu. Bisa dibilang, bulan April ini bulannya Pemilu. Tapi ternyata, bila ditelisik lebih jauh, banyak sekali agenda dan peristiwa yang terjadi bulan April ini. Ini nih diantaranya

  1. April Mop

April Mop jatuh pada tanggal 1 April. Pada tanggal ini, semua orang diperbolehkan berbohong pada orang lain. Menurut yang saya baca dari situs Wikipedia, April Mop diambil dalam bahasa Inggris, yaitu April Fools ‘ Day. Beberapa Negara seperti Inggris, Belanda dan Prancis kerap merayakan kedatangan April Mop ini dengan istilah negara masing-masing. Asal mula April Mop sendiri bermula pada jaman Romawi kuno di bawah kepemimpinan Raja Karel IX. Saat itu sang Raja berniat untuk mengubah penanggalan Romawi ke penanggalan Anno Domini, yaitu penanggalan yang biasa kita pakai sekarang ( Penganggalan Romawi kuno hanya 10 bulan, dan tahun baru diperingati tanggal 1 April), namun informasi yang kurang jelas tersebut membuat rakyat tetap merayakan tahun baru di tanggal 1 April, kesalahan ini menjadi bahan lelucon rakyat, dan akhirnya, timbullah kebiasaan untuk merayakan April Mop.

Bisa ditebak, efek dari April Mop sendiri tidaklah selalu positive. Rutinitas April Mop membuat masyarakat luar negeri kerap meragukan berita yang beredar pada tanggal tersebut. Contohnya, berita Tsunami April Mop di Hilo Hawai 1946 serta peluncuran Gmail oleh Google tahun 2004. Kedua berita ini tidak dipercayai oleh masyarakat dan berakibat banyaknya orang yang meninggal akibat tidak percaya akan datangnya tsunami.

Di Indonesia sendiri kegiatan April Mop ini tidak terlalu mencolok. Fiuhh, ada bagusnya juga kegiatan ini tidak selalu dirayakan di Indonesia. Betapa kacaunya negara ini bila kegiatan ini kerap dirayakan. Bayangkan jikalau pemerintah juga merayakan April Mop dengan mengeluarkan statement- statement palsu sebagai lelucon?? Atau sebenarnya pemerintah tak perlu menunggu April mop untuk melakukan itu? Hem…

  1. Pemilu

Pesta Demokrasi! Itu pasti pikiran hampir seluruh rakyat Indonesia. Pemilu kali ini dilaksanakan pada tanggal 9 April. Pemilu di Indonesia bertujuan untuk memilih anggota lembaga perwakilan seperti DPR, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten. Sejak tahun 2004 pemilihan presiden pun di agendakan sebagai bagian dari pemilu. Sebelumnya, pemilihan Presiden selalu dilakukan oleh MPR. Sampai saat ini, Indonesia telah mengalami 10 kali pemilu, yaitu tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004 dan 2009.

Sebenarnya saya agak takut untuk membahas seluk beluk pemilu, karena jujur, saya sendiri belum begitu mengerti. Hehehe. Mendekati pemilu 9 april 2009 dengan tagline ‘ Contreng’, saya cukup kebingungan dalam memilih partai mana yang akan saya contreng. Jalanan menjadi penuh ‘sampah’, ucap teman saya saat memperhatikan berbagai umbul-umbul, bendera dan baliho partai yang menyebar luas di jalanan. Pemandangan indah jadi terhalang karna adanya berbagai atribut parpol tersebut. Belum lagi saat mendekati hari ‘H’ nya, kampanye dari berbagai partai menghasilkan cerita yang sama: kendaraan yang bising, mengikut sertakan anak kecil dan tentu saja money politic.

Tahun ini, saya bingung dalam memilih, tidak seperti lima tahun lalu saat saya masih duduk di bangku SMA. Untuk pertama kali mengikuti pemilu, membuat saya mantap dalam memilih dari 24 partai yang tersedia. Ini pun sebenarnya tidak begitu baik, karena saya memilih partai seperti apa yang teman saya pilih. Teman saya tersebut mempromosikan segala kebaikan dari partai tersebut, dan tanpa babibu, saya pun memilihnya.Hahahhaha.

Dan berbeda dengan tahun ini, saya harus lebih selektif, tapi toh, menjelang h-1 saya masih saja belum menetapkan pilihan. Malah awalnya saya cenderung cuek, berpikiran untuk tidak hadir ke TPS, alias golput. Tapi toh akhirnya saya ke TPS juga. Saya sempat menanyai beberapa teman saya tentang siapa yang akan mereka pilih dalam pemilu ini. Wow, ternyata teman- teman saya cukup optimis dengan pilihannya- dan ini membuat saya malu sendiri- saya menanyai satu persatu teman saya,

“ Kok kamu pilih partai ini? Ikutan kampanye gak dibayar kan?”

dan teman saya menjawab dengan bijak,

“ Bagus kan partaiku ini, gak ada money politic, semuanya dilakukan dengan ikhlas. . .”

ada satu teman lagi yang mantap memilih partainya,

“ Aku pilih ini dong, kita harus kasih mereka waktu lima tahun lagi. Membangun negara gak cukup hanya lima tahun.”

Dan sampai saat ini, partai tersebut meraih posisi puncak dalam bursa pemilihan. Teman saya itu mulai tersenyum bangga. Lihat saja nanti, apakah teman saya akan bertahan dengan senyuman bangganya atau malah mencaci- maki dalam pemerintahan lima tahun ke depan?

Teman saya yang lain, bercerita dengan penuh semangat tentang penghitungan suara di kampungnya. Dia bercerita, saat penghitungan suara, dan kertas suara di buka satu-persatu untuk dihitung, ada lembar suara yang penuh dengan tulisan ‘ kebun binatang. Suaranya tentu saja gugur, hal yang dilakukan orang tersebut menandakan bahwa ia tidak mempercayai pemerintah akan membuat hidupnya menjadi lebih baik, dia tidak mempercayai setiap janji yang terlontar dari partai- partai tersebut. Orang tersebut memilih untuk golput, tapi dia tetap datang ke TPS dengan memberikan suaranya secara salah.

c. Ujian Nasional

UN tahun ini akan dilaksanakan dari pertengahan April- Mei. Untuk SMA dari tanggal 20-24 April 2009, SMP dari tanggal 27-30 April, SD 12-14 Mei dan SMK/ SMALB 20- 22 April. Menurut www.depdiknas.go.id, kelulusan tahun ini ditargetkan mencapai 92 %. Standar kelulusan tahun ini adalah 5, 50 untuk enam mata pelajaran. Nilai tersebut merupakan standar minimum untuk siswa SMP, SMA/K. sedangkan untuk siswa SD, standar minimum kelulusan ditentukan oleh masing- masing sekolah. Nampaknya para siswa harus belajar lebih keras lagi agar bisa melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

d. Hari Kartini

Hari Kartini selalu dilaksanakan setiap tanggal 21 April yang merupakan tanggal lahir dari R A kartini. R A Kartini sendiri merupakan pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Melalui buku bertajuk ‘ Habislah gelap terbitlah terang’ yang merupakan kumpulan surat- surat Kartini mengenai ambisinya untuk melepaskan kaum perempuan dari diskriminasi yang telah membudidaya pada jaman itu. Saat itu, perempuan terbelenggu dengan istilah 3m, macak, manak, masak( dandan, beranak/ melahirkan dan memasak). Lingkup gerak perempuan jawa hanya meliputi tiga hal tersebut. Perempuan tidak boleh mengenyam pendidikan seperti apa yang didapat oleh kaum pria. Dan RA Kartini berusaha menggubahnya. Keinginan Kartini terwujud dengan didirikannya sebuah sekolah keputrian di jepara. Di sekolah tersebut, diajarkan berbagai pelajaran, seperti menjahit, menyulam, memasak dan sebagainya.

Belakangan, terjadi kekisruhan mengenai peringatan hari kartini, ada beberapa kalangan yang meminta pemerintah untuk memperingati hari Kartini pada tanggal 22 Desember, menjadikan satu dengan peringatan hari Ibu. Karena menurut mereka, banyak sekali para pahlawan perempuan di Indonesia, tapi mengapa hanya Kartini saja yang dikenang dan diperingati.

Terlepas dari itu semua, hari Kartini diperingati secara beragam oleh masing- masing orang bahkan konsitusi. Di sekolah- sekolah kerap memperingati hari Kartini dengan adanya perlombaan antar kelas, bahkan ada juga yang memperingati hari kartini dengan menggunakan pakaian adat daerah.

  1. Hari Bumi

Banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui mengenai hari Bumi. Hari bumi sendiri di pelopori oleh senator Amerika Serikat Gaylord Nelson tahun 1970, beliau memprotes kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Gerakan ini merupakan sebuah kepedulian terhadap lingkungan. Gaylord Nelson memulai kampanye mengenai isu- isu lingkungan, beliau kerap melaksanakan kampanye tentang kerusakan lingkungan. Namun kalangan politik tidak menggubris kampanye yang dilakukan Nelson. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka(valensikautsar.blogspot.com). Keberhasilan Nelson nampak pada 30 November 1969, saat New York Times melaporkan tentang terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan diseluruh dunia. Tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan.

Beberapa aktivitas nyata masyarakat Indonesia dalam menyambut hari bumi terlihat dari kegiatan yang diadakan oleh organisasi WALHI ( Wahana Lingkungan Hidup) dengan mengadakan berbagai macam kegiatan seperti Jalan santai bersama hari sabtu, 19 April. Ada pula aksi yang dilakukan dengan membagi- bagikan bibit tanaman kepada pengguna jalan. Hal ini dilakukan agar masyarakat peduli dengan lingkungannya. Penanaman pohon dilingkungan sekitar biasanya mewarnai penyambutan hari Bumi. Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada Yogyakarta membersihkan sampah di sepanjang Malioboro dengan berjalan . Terdapat tiga pesan yang disampaikan mahasiswa tersebut terkait dengan adanya hari Bumi, yaitu membudidayakan hidups ehat dengan meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor, membebaskan lingkungan dari sampah dan yang ketiga memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai.

Kegiatan hari Bumi ini mengingatkan kita dengan kegiatan serupa yang diperingati beberapa waktu lalu, yaitu Earth Hour, kegiatan dengan mematikan pemakaian listrik selama 1 jam. Kegiatan- kegiatan tersebut mempunyai tujuan sama, yaitu agar manusia menyayangi Bumi, tempat mereka tinggal yang kini semakin rapuh atas ulah manusia sendiri.

Rabu, 15 April 2009

My Nimo


setiap orang pasti punya nimo
ada yang gag tau apa nimo??
. . .. .
well, oke baiklah
i give u a clue,
pernah nonton or baca novel cintapuccino?
ituh karyanya icha rahmanti. . .
kalo di film yang maen si sisi pricilia. . .

hummm, oke oke, nimo adalah salah satu tokoh dalam karya cintapuccino. digambarkan rahmi, tokoh utama- sisi pricilia- memendam perasaannya pada sang kakak kelas
namanya Nimo.
selama sekolah sampe akhirnya lulus, sampe akhirnya rahmi gag tau kabar nimo lagi, dan si rahmi bertunangan dengan raka-adit herpavi-, rahmi masih memendam perasaannya pada nimo.. .

pernah mengalami hal seperti itu pada saat sekolah dulu?
ato mungkin kuliah?

hemmm, aku pun punya nimo. . .semasa sma dan kuliah. . .
mari kita mengulang masa smaku dulu

aku dulu punya seorang nimo,
setahun lebih muda
sangat tipeku
tinggi. . .hahahhaha
dia juga anggota club baskt
hahahha
-ayolah, setiap perempuan di masa smanya pasti menyukai cowok basket. pasti itu, ya kan?-
dia yang selalu membuatku bersemangat untuk ke sekolah
membuatku malu bila tiba- tiba bertemu di lorong sekolah
tapi sampai kini aku tak pernah mengungkapkan perasaanku. . .sama sekali
tapi mungkin dia sudah tau. . .
dari setiap " cieh2an" khas anak sma bila sang pujaan melintas di depan
wakakakkakkakka. . . .

selama 2 tahun aku menyukai seorang alit
-yap! his name is alit-

hanya dua patah kata yang dia ucapkan

saat itu, pengunguman kelulusan bagi siswa sma. aku sudah berharap2 cemas
apakah aku bisa melewati 4,0 sialan ituh
dan ternyata berhasil!
perasaan bahagia menghinggapi, akhirnya aku keluar dari jebakan 4,0
huhahahahhahahha'
tapi diam2 aku pun merasa sedih
tak ada lagi pagi2 menyenangkan melihat alit dari kejauhan
melihat ia melintasi kelasku, dengan gaya yang sama
rambut berombak seperti nicholas saputra-wekkkss, sepertinya aku lebay kalo yang ini, hohoho-
jam tangan hitam di lengan kirinya, tas biru legam dan terkadang ia memakai sweater abu2. . .
mungkin kira2begini saat aku menyuai seorang alit, hahaha

hemmm
aku masih mengingat itu dengan jelas
dan aku sedih
saat hari indah itu akan berakhir. . ..

selesai pengunguman aku melihat alit di pojokan bersama segerombolan temannya
aku mencuri2 pandang padanya-hahhaha, dasar anak sma, aku jadi malu sendiri mengingat masa itu, hahhaha-

tiba2, gentong, teman sekelasku menghampiri, dan kalimat selanjutnya membuatku berputar2
" Fir, dicariin alit. katanya dia mau ngomong"
hahhhhhhhhhh???
aku udah dua tahun naksir dia, tak pernah berkata satu patah kata pun
tak pernah menyapa
dan dia tiba2 ingin berbicara padaku?
astaga, aku serasa memenangkan undian 1 milyar dari who wants 2 be a millionare

dengan kikuk dan wajah malu malu mau aku mengikuti gentong ke arah alit
alit tersenyum manis menghampiriku
ya ampun apakah dia tidak tau jantungku seperti mau melompat keluar, aku rasanya sudah diujung kematian.

adegan berikutnya hanya ada aku dan alit, kamera benar2 fokus ke arahku dan alit
angin berhembus sepoi, daun daun kering mengalun mengikuti aliran angin, gelembung sabun- sabun mengitari dia dan aku
hahhahha kek sinetron inikah rasanya

alit : " Gimana fir? lulus gag?"
firli:" eh, iya iya aku lulus"
dengan tersenyum menye2, berharap senyuman ini mampu menggaet alit yang udah dua tahun aku taksir:-p
alit: "selamat ya"
mengulurkan tangan
percaya deh, adegan ini bener2 slow motion bagiku
aku masih mengingat jelas gerakan tangan yang makin membuat kupu2 dalam perutku beterbangan tak tentu arah.
dan akhirnya, aku menyambut tangan itu. . .

potongan adegan itu masih terekam jelas disini-sambil menunjuk otakku-
dan hari itu berakhir begitu saja. . .
sampai kini aku tak tau alit seperti apa dan bagaimana
karena tak sedikitpun aku pernah bertemu dengan dirinya
terakhir yang kudengar, dia kuliah di akprind, masih aktif di basket, berambut gondrong dan mempunyai kekasih yang kuliah di aa ykpn:((
hegzzz. . .
aku tak pernah bertemu alit lagi
aku tak pernah mengungkapkan perasaanku padanya. . . .

Nimo yang kedua, saat aku berkuliah
aku menyukai dia bukan karna dia seperti apa dan bagaimana
tapi karena tiupan trumpetnya
hahhahha kalian percaya itu?
jadi, saat aku kuliah, aku mengikuti UKM Marching Band kampusku
dan nimoku itu berada di mb-singakatan dari marching band- di unit tetanggga, di kampus lain.
dan lagi
nimo ini setahun lebih muda dariku
dia merupakan anak baru di bandnya
namun dia sudah menduduki trumpet 1
-di dalam marching band, suara 1 adalah orang2 yang sudah berilmu tinggi, hahahha lebay lagi-
unit tetangga tersebut mengikuti kompetisi mb di seluruh Indonesia
dan aku kerap melihat latihannya
dan, aku pun mulai menyukai tiupan anak baru tersebut
aku hanya tau nama dan tiupannya saja, aku tak pernah berhasil menangkap sosoknya karena permasalahan mata minusku yang malas aku bantu dengan kacamata.

dan sampai disitu saja, aku hanya tau nama dan tiupannya
pertengahan 2006, unit tetangga tersebut diundang ke istana negara untuk parade senja.
dan mereka berlatih giat
tak lupa, aku selalu melihat latihan mereka.
tekadku, kali ini aku harus mengetahui bagaimana sosok yang telah membuatku penasaran selama hampir setengah tahun.
dan ternyata percuma, setiap aku melihat latihan, yang aku tangkap hanya tiupannya saja
well, sepertinya aku sangat menyukai tiupannya
hmmmmmmmmmmm

dan tanggal 12 agustus 2006, merupakan adegan kedua terindah yang pernah aku alami. . .
saat itu unit tetangga tersebut mengadakan apa yang dinamakan konser pamit, pagelaran sebelum mereka ke istana
aku sudah pasti menjadi bagian dari penonton,sambil menerka-nerka, mana yang namanya. . . -untuk kali ini, maph bgt aku gag bisa nyebutin namanya
hahahhaha-
temanku menunjuk,
" Itu tuh yang namany.. . "
oke, sekali lagi, sangat tipeku, tinggi, dan tiupannya benar2 tinggi
"weitsssss gila!! do titik 3!!"
temanku bergumam kagum melihatnya
dan aku mulai mengikuti setiap pergerakannya. tapi mukanya tak kelihatan, tertutup tiopi kostum yang didominasi warna hitam dengan bulu putih.
saat konser berakhir, aku menunggu temanku yang pernah bermain di unit tetangg. katanya, dia akan mengenalkan diri pada nimoku ini. . .tapi kok lama bgt ya?
hegzzz. . .
mana aku harus balik ke audit buat latihan lagi, mana temen barenganku satu motor udah memelototiku, seolah berkata
" kamu nunggu apalagi? ayo balik!kita masti latihan buat acara reuni!!"
tapi aku tak menggubris, aku melihat ke gerombolan yang lalu lalang di pinggiran lapangan pancasila, orang2 berkostum hitam dengan bagian depan terbelah seperti yin- yan, berwarna putih dengan list merah, menghiasi piringan abu2 perak yang tertempel di kostum itu. . .
tiba2 sosok mungil muncul diantara kumpulan tersebut, menarik tanganku dengan cepat. dan aku seketika panik.
" mau kemana sul?"
" Lah gimana sih? katanya mau kenalan, hayuk. . ., tuh dia dah nunggu"
matilah akuuuuuuuuuu. . . .perutku serasa dipenuhi kupu2 lagi, bukan mungkin burung perkutut? dan kini burung tersebut mencabik- cabik isi perutku.
" sul, keknya gag jadi aja, aku mesti latihan. . ." aku menahan cengkraman sulka yang makin kuat menggiringku ke sosok itu. tapi sulka tetep keukeuh, membawaku ke pojokan. ke arah seseorang yang memunggungiku, dengan masih mengenakan kostumnya.
sulka menepuk punggung sosok itu, dan.. .kembali adegan slow motion terjadi dalam hidupku.. .
" ..., ni ada yang mau kenalan" Ucap sulka menunjukku.
astaga sulka!!!!kamu punya perbendaharaan kata lain yang lebih baik gag sih? kamu bilang aku mau kenalan??? astaga, harga diriku, hegzzzz. tapi gag ada waktu buat mikirin harga diri sekarang.hufffttt..., aku mulai mengingat senyuman yang telah kulatih beberapa hari terakhir, senyuman yang kulatih hanya untuk berkenalan dengan seorang nimo. . .
" Oh, Hai ini firli ya?"
wew, kali ini aku benar2 gag bisa ngapa2in, karena, si nimo ini memiliki suara bass dengan level terendah.ya ampun, kalo boleh waktu dihentikan mungkin aku akan menampar diriku, astaga astaga. . . .
" eh iya, " aku kembali terrsenyum menye2 gag jelas.
si nimo, dengan peluh yang masih menetes di dahinya, dengan masih memegang aqua gelas di tangan kanannya, kini memindah aqua itu ke tangan kirinya. dan tangan kanannya mengulur pelan. hemm adegan ini terulang lagi...
aku serba salah menyambut tangan itu, perkutut diperutku belum saja menyudahi patukannya. huftttt. . . .aku sangat berdebar- debar. . .
dan akhirnya tangan kami bertemu. . .
seandainya waktu bisa dihentikan, aku ingin adegan ini dihentikan, biarkan aku menikmatinya. . .
sang surya mulai menenggelamkan kepalanya perlahan, kilauan emas senja tersampir menghampiri kami, sungguh, demi Tuhan, itu adalah senja terindah yang pernah aku lalui. . .
andai ini bisa selamanya.. .

dan, semuanya berlalu, aku memang tak pernah mengungkapkan perasaan pada nimoku yang ini. tapi seperti nimoku sebelumnya, dia pun sepertinya mengetahui perasaanku. dan dia menjauh. . .pergi. . .dan aku teronggok tak berdaya. aku mencintai tapi tak dicintai. . .
entahlah, menurut teman2ku yang berada di unitnya, dia memang seperti itu, extrovet dengan kaum hawa. . .mungkin dikarenakan tingkatan kastanya. . .
dan aku pernah berjanji dalam hatiku, jikalau nimo ini suatu malam mendatangiku, memintaku dengan syarat aku harus mengikuti apa yang sudah dibawanya sejak lahir, aku akan menurut. . .aku mau mengikuti apa yang dibawanya sejak lahir. . .aku rela tidak menjadi bagian keluargaku lagi. .
aku gila? mungkin. . . .
karena, aku tak pernah menyukai siapapun selain dia
2005, 2006, 2007, 2008, dan hingga kini, aku masih menyimpan rasa padanya. . .
terserah dia menganggapku ada ataupun tidak
tapi kejutan terjadi pada tahun 2007 akhir.
unit tetangga itu memintaku untuk bermain, mengikuti kompetisi mb atas nama unitnya.. .
dan, aku mau, karena. . .
hari- hariku akan penuh berada disisinya
aku hanya dapat memandangnya dari jauh, dia dekat, tapi sebenarnya tidak dekat
setidaknya, itu adalah tiga bulan terindah dalam hidupku. . .
berada diseputarannya
dan dia, menjadi mencair, tidak sedingin dulu, sudah bisa bersenda gurau dan bertingkah aneh, yang membuatku kadang berpikir, ya Tuhan, kenapa aku bisa mencintai laki-laki aneh bin gila seperti dia
hahhahaha. . . .
dan itu pun berakhir. . .tapi tidak dengan perasaanku
hingga kini
entah sampai kapan perasaan ini akan terus hinggap. . .

aku tak tau, apakah ending dari semua ini, aku bisa mendapatkan nimoku?
sepenggal kisah yang tersimpan rapi di lorong hati terdalam?
atau aku akan mendapatkan nimo yang lebih baik di banding mereka berdua??

giring mungkin?
hahahhahha











senja terindah. . .

Rabu, 01 April 2009

i feel so loneLy


" so The lion fell in Love with the Lamb. . ."
itu perumpamaan aneh yang diungkapkan edward Cullen pada bella, sesaat setelah bella akhirnya mengetahui bahwa edward cullens adalah vampir. sesaat setelah bella diajak edward melesat ke puncak gunung, memperlihatkan tubuh edward yang berkilau bagai berlian saat terkena sinar matahari.

well, itu salah satu adegan di film twilight
telat bgt emang:-p
aku baru nonton
hahahahha
padahal udah dari jaman premier aku pengen bgt nonton
gag kesampean nonton deh, udah gag tayang lagi di 21
hegzzzzzzzzz

akhirnya baru liat kemaren, dari komputer op prayan
hhahahahhaha
hasil bajakan
mana gag ada teks bahasa indonesianya, malah teks bahasa inggris
tapi itu gag mengurangi apa pun
sejauh ini, aku ngerti maksud filmnya
cuma ada beberapa kata2 yang aku gag tau, so setelah film abis sibuk buka2 kamus. . . :-p


setelah ngeliat Film itu kok aku jadi ngerasa sangaT kesepian ya???

merasa sendirian

hegzzz
lebay sekali kah aku ini?
entahlah,
setting kota Forks yang digambarkan sangat muram karna selalu ditutupi oleh awan mendung dan kerap hujan, menggambarkan sebuah.. .
kesendirian
kesepian
. . . .

melihat edward dan bella, sangat indah, sangat abadi

dan itu membuatku benar2 merasa kesepian. . .

if only edward was real
if only i am bella
if only, twilight's novel goes to be reality 2 my life
i hope, i could be beLLa
someone who make edward can fell what is Love
when that happen, i hope edward says, " So, the lion fell in love with lamb. . . "

Sabtu, 28 Maret 2009

Earth Hour, Evektif kah di Indonesia?


Earth Hour, Evektif kah di Indonesia?

( Firli Wardhani)

Beberapa minggu terakhir saya mendapatkan banyak sekali email, sms maupun offline message dari ym saya. Semua isi pesannya hampir bernada sama: mengajak saya untuk mengikuti sebuah gerakan bernama “Earth Hour” .

Awalnya saya sedikit kebingungan dengan istilah “ Earth Hour”, apa ya itu? Terlebih saat saya melihat iklan gerakan Earth hour di Tv, beberapa artis mengajak seluruh warga Indonesia untuk mematikan lampu selama 1 jam.

Sebuah email yang datang dari rekan saya akhirnya menjawab kebingungan saya. Di dalam emailnya, dia menjelaskan semuanya tentang apa itu gerakan Earth Hour. Dan dari situlah saya mengerti sedikit demi sedikit mengenai gerakan ini.

Gerakan Earth Hour pertama kali di selenggarakan pada tahun 2007. Tepatnya tanggal 31 Maret di kota Sidney. Sidney bekerja sama dengan WWF untuk mengatasi permasalahan global warming dengan memadamkan listrik di kota mereka selama 1 jam. Gerakan yang hanya dilakukan oleh satu kota tersebut ternyata menyedot perhatian berbagai Negara. Dan akhirnya, pada tahun 2008 beberapa kota besar lainnya turut serta berpartisipasi dalam gerakan ini, seperti Roma, New York, Toronto, San Fransisco bahkan Manila.

Tahun 2009, kampanye untuk mematikan lampu selama satu jam jatuh pada tanggal 28 Maret kemarin. Tepatnya pukul 20.30-21.30 WIB, seluruh dunia akan bersama- sama membiarkan bumi beristirahat sejenak. Sekitar 2.848 kota di dunia akan berpartisipasi. Dan tahun ini, Indonesia, mengambil bagian dalam kampanye Earth Hour. Kota Jakarta berpartisipasi mengikuti gerakan ini. Fauzi Bowo, selaku Gubernur DKI Jakarta didaulat WWF untuk menjadi duta Earth Hour. Sejumlah gedung- gedung besar di Jakarta akan mematikan lampu sebagai bentuk partisipasinya. Ada sekitar 50 gedung di kawasan segitiga emas dalam rangka earth Hour 2009, seperti Menara Karya, Menara Kadin, WTC, Hotel Grand Hyatt, simbol kota Jakarta seperti Monas, Patung Selamat Datang di bundaran HI, Patung Pemuda dan Balai Kota Jakarta juga memadamkan lampunya.

Menurut perhitungan kasar WWF, bila Jakarta mematikan lampunya selama satu jam saja, ini akan menghemat 300 megawatt, kapasitas yang cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan sanggup menerangi ratusan desa, mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar 200 juta, menghasilkan udara bersih ( oksigen) untuk lebih dari 568 orang, mengurangi emisi CO2 sekitar 284 Ton dan dapat menyelamatkan 284 pohon( www.earthhour.wwf.or.id)

Apakah gerakan ini efektiv di Indonesia? Keikutsertaan Kota Jakarta merupakan suatu langkah besar bagi Indonesia, untuk membuktikan Indonesia pun peduli dengan keadaan bumi yang semakin rapuh. Namun ternyata ada juga beberapa pendapat dari masyarakat yang tidak menyetujui gerakan matikan lampu selama 1 jam saja.

Ada teman saya yang memprotes dan mengatakan, “ Bagaimana kalau pada jam tersebut saya membutuhkan listrik untuk bekerja?”, bahkan, saat saya melihat program berita sore di salah satu tv swasta yang menanyakan pendapat masyarakat mengenai gerakan Earth Hour, masyrakat acap kali menjawab, “ Aduh jangan dong”. Malah ada yang lebih parah saat wartawan tv menanyakan pendapat seorang wanita, wanita itu menjawab, “ Ya jangan dong, itu pas Cinta Fitri, kalau dimatiin, saya kan gak bisa nonton.”

Hahhahhahahha, saya langsung spontan tertawa mendengar jawaban polos wanita itu.

Kurangnya pengetahuan masyarakat awam mengenai manfaat mengikuti gerakan Earth Hour ini merupakan salah satu kendalanya. Masyarakat tidak mengetahui betapa berartinya memadamkan lampu walau hanya satu jam saja. Dimulai dari tahun 2007, baru tiga tahun gerakan ini kampanye ini berdiri, merupakan umur yang masih muda dan masih banyak yang harus dilakukan agar masyarakat benar- benar mengerti dan tau maksud dari gerakan anti global warming ini.

Teman saya ada juga yang menyeletuk, “ Kenapa PLN gak sekalian matiin lampunya aja? Lebih efektiv kan? Daripada nunggu kesadaran masing- masing, orang Indonesia mah gak bakalan sadar kalau kayak gituh.”

PLN sendiri sebenarnya mendukung kegiatan ini, contohnya PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang yang bersama dengan Pemda DKI Jakarta turut serta berkampanye 1 jam tanpa listrik di kota Jakarta. Namun pihak PLN tidak akan memutuskan aliran listrik kepada pelanggan.

Aksi Earth Hour dilaksanakan untuk menarik masyarakat agar sadar sepenuhnya untuk mengikuti gerakan ini, bukan karena adanya pemadaman listrik. Gerakan ini mengimbau masyarakat untuk menyelamatkan bumi, planet yang kita hinggapi, dengan kesadaran diri sendiri.

Di beberapa kota lain di Indonesia, tidak terdengar gaungnya untuk berpartisipasi mendukung gerakan ini. Hanya Jakarta lah yang terlihat mematikan lampu di sejumlah gedung- gedung besar. Nampaknya, kegiatan ini masih harus di promosikan lebih gencar lagi agar masyarakat Indonesia mau dengan kesadarannya sendiri mengikuti gerakan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ini.

Earth Hour memang baru berusia tiga tahun, namun dengan keikutsertaan 2.848 kota di dunia dalam gerakan matikan lampu selama 1 jam, merupakan sebuah langkah besar untuk penyelamatan bumi yang lebih baik. Semoga saja, tahun depan, Earth Hour juga dapat diikuti oleh kota- kota lain di Indonesia.

Earth Hour, Evektif kah di Indonesia?


Earth Hour, Evektif kah di Indonesia?


Beberapa minggu terakhir saya mendapatkan banyak sekali email, sms maupun offline message dari ym saya. Semua isi pesannya hampir bernada sama: mengajak saya untuk mengikuti sebuah gerakan bernama “Earth Hour” .

Awalnya saya sedikit kebingungan dengan istilah “ Earth Hour”, apa ya itu? Terlebih saat saya melihat iklan gerakan Earth hour di Tv, beberapa artis mengajak seluruh warga Indonesia untuk mematikan lampu selama 1 jam.

Sebuah email yang datang dari rekan saya akhirnya menjawab kebingungan saya. Di dalam emailnya, dia menjelaskan semuanya tentang apa itu gerakan Earth Hour. Dan dari situlah saya mengerti sedikit demi sedikit mengenai gerakan ini.

Gerakan Earth Hour pertama kali di selenggarakan pada tahun 2007. Tepatnya tanggal 31 Maret di kota Sidney. Sidney bekerja sama dengan WWF untuk mengatasi permasalahan global warming dengan memadamkan listrik di kota mereka selama 1 jam. Gerakan yang hanya dilakukan oleh satu kota tersebut ternyata menyedot perhatian berbagai Negara. Dan akhirnya, pada tahun 2008 beberapa kota besar lainnya turut serta berpartisipasi dalam gerakan ini, seperti Roma, New York, Toronto, San Fransisco bahkan Manila.

Tahun 2009, kampanye untuk mematikan lampu selama satu jam jatuh pada tanggal 28 Maret kemarin. Tepatnya pukul 20.30-21.30 WIB, seluruh dunia akan bersama- sama membiarkan bumi beristirahat sejenak. Sekitar 2.848 kota di dunia akan berpartisipasi. Dan tahun ini, Indonesia, mengambil bagian dalam kampanye Earth Hour. Kota Jakarta berpartisipasi mengikuti gerakan ini. Fauzi Bowo, selaku Gubernur DKI Jakarta didaulat WWF untuk menjadi duta Earth Hour. Sejumlah gedung- gedung besar di Jakarta akan mematikan lampu sebagai bentuk partisipasinya. Ada sekitar 50 gedung di kawasan segitiga emas dalam rangka earth Hour 2009, seperti Menara Karya, Menara Kadin, WTC, Hotel Grand Hyatt, simbol kota Jakarta seperti Monas, Patung Selamat Datang di bundaran HI, Patung Pemuda dan Balai Kota Jakarta juga memadamkan lampunya.

Menurut perhitungan kasar WWF, bila Jakarta mematikan lampunya selama satu jam saja, ini akan menghemat 300 megawatt, kapasitas yang cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan sanggup menerangi ratusan desa, mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar 200 juta, menghasilkan udara bersih ( oksigen) untuk lebih dari 568 orang, mengurangi emisi CO2 sekitar 284 Ton dan dapat menyelamatkan 284 pohon( www.earthhour.wwf.or.id)

Apakah gerakan ini efektiv di Indonesia? Keikutsertaan Kota Jakarta merupakan suatu langkah besar bagi Indonesia, untuk membuktikan Indonesia pun peduli dengan keadaan bumi yang semakin rapuh. Namun ternyata ada juga beberapa pendapat dari masyarakat yang tidak menyetujui gerakan matikan lampu selama 1 jam saja.

Ada teman saya yang memprotes dan mengatakan, “ Bagaimana kalau pada jam tersebut saya membutuhkan listrik untuk bekerja?”, bahkan, saat saya melihat program berita sore di salah satu tv swasta yang menanyakan pendapat masyarakat mengenai gerakan Earth Hour, masyrakat acap kali menjawab, “ Aduh jangan dong”. Malah ada yang lebih parah saat wartawan tv menanyakan pendapat seorang wanita, wanita itu menjawab, “ Ya jangan dong, itu pas Cinta Fitri, kalau dimatiin, saya kan gak bisa nonton.”

Hahhahhahahha, saya langsung spontan tertawa mendengar jawaban polos wanita itu.

Kurangnya pengetahuan masyarakat awam mengenai manfaat mengikuti gerakan Earth Hour ini merupakan salah satu kendalanya. Masyarakat tidak mengetahui betapa berartinya memadamkan lampu walau hanya satu jam saja. Dimulai dari tahun 2007, baru tiga tahun gerakan ini kampanye ini berdiri, merupakan umur yang masih muda dan masih banyak yang harus dilakukan agar masyarakat benar- benar mengerti dan tau maksud dari gerakan anti global warming ini.

Teman saya ada juga yang menyeletuk, “ Kenapa PLN gak sekalian matiin lampunya aja? Lebih efektiv kan? Daripada nunggu kesadaran masing- masing, orang Indonesia mah gak bakalan sadar kalau kayak gituh.”

PLN sendiri sebenarnya mendukung kegiatan ini, contohnya PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang yang bersama dengan Pemda DKI Jakarta turut serta berkampanye 1 jam tanpa listrik di kota Jakarta. Namun pihak PLN tidak akan memutuskan aliran listrik kepada pelanggan.

Aksi Earth Hour dilaksanakan untuk menarik masyarakat agar sadar sepenuhnya untuk mengikuti gerakan ini, bukan karena adanya pemadaman listrik. Gerakan ini mengimbau masyarakat untuk menyelamatkan bumi, planet yang kita hinggapi, dengan kesadaran diri sendiri.

Di beberapa kota lain di Indonesia, tidak terdengar gaungnya untuk berpartisipasi mendukung gerakan ini. Hanya Jakarta lah yang terlihat mematikan lampu di sejumlah gedung- gedung besar. Nampaknya, kegiatan ini masih harus di promosikan lebih gencar lagi agar masyarakat Indonesia mau dengan kesadarannya sendiri mengikuti gerakan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ini.

Earth Hour memang baru berusia tiga tahun, namun dengan keikutsertaan 2.848 kota di dunia dalam gerakan matikan lampu selama 1 jam, merupakan sebuah langkah besar untuk penyelamatan bumi yang lebih baik. Semoga saja, tahun depan, Earth Hour juga dapat diikuti oleh kota- kota lain di Indonesia.