Kamis, 17 September 2009

FILM BUAT SI KECIL



Perkembangan film diIndonesia makin menunjukkan geliat kegairahannya, ya? Gak kesusahan deh nyari referensi film- film Indonesia. Setiap bulan, atau bahkan setiap hari kamis ditiap bulannya, dirilis lah satu atau dua film hasil karya anak negeri. Prestasi ini patut dibanggakan loh, mengingat, membuat sebuah film tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kalau di flash back, perjalanan film buah karya anak negeri juga tidak mudah. Film pertama di dunia dirilis pada tahun 1903. Film tersebut diambil dari kisah nyata mengenai perampokan kereta besar-besaran yang terjadi di Amerika Serikat.
Film ini berjudul 'The Great Train Robbery' dibuat berdasarkan kisah perampokan kereta api pengangkut emas di tahun 1896. Jalan ceritanya ini ditulis oleh Thomas A. Edison.Dan diproduseri oleh Edwin S Porter.
Dalam pencatatan sejarah perfilman, film ini adalah film bergerak pertama yang dibuat. Walaupun masih hitam putih dan dib
uat tanpa suara (film bisu), namun film berdurasi 12 menit ini bisa menjadi inspirasi bagi pembuatan film-film berikutnya.

Film muncul dan memasuki masa perkembangannya di awal abad 20an, sekitar tahun 1900. Di Indonesia sendiri film pertama yang dibuat pertama kalinya adalah film bisu pada tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp. Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung( www.wikipedia.com). Film sendiri bila diamati memiliki sifat aktulitas, dimana sebuah film dari tahun 70an, masih saja dapat di tonton di tahun sekarang ini. Contohnya saja, film Warkop DKI, film tersebut di produksi pada tahun 70an, namun toh, bila anda cermati, ada beberapa stasiun tv yang menayangkan film tersebut pada saat- saat ini.

Film Indonesia memperlihatkan kegiatan fluktuaktif dalam perkembangannya. Sempat mengalami jatuh bangun. Tahun 90an merupakan masa sulit dimana hanya segelintir film yang berhasil dihasilkan oleh anak negeri. Salah satu yang paling fenomenal adalah kelahiran film Petualang Sherina. Yup, ini mungkin adalah film pertama yang membidik anak kecil. Film ini juga merupakan film musikal anak pertama dengan artis cilik yang sebelumnya tak pernah tersentuh dunia infotainment sama sekali.

Bisa dikatakan film Petualang Sherina adalah film yang membuka jalan bagi film- film yang memang ditujukan untuk konsumer anak- anak. Film ini dikemas apik dengan memasangkan artis cilik yang tidak begitu familiar dengan anak- anak. Cerita yang menarik, menghadirkan permasalahan yang kerap dihadapi oleh anak- anak dan disulap indah dengan arransemen lantunan musik. Dirilisnya film ini pun sangat pas, yaitu pada waktu liburan sekolah. Alhasil, film garapan Mira Lesmana dan Riri riza ini meraup untung yang tidak sedikit. Selama sebulan lebih, para penonton segala usia memenuhi antrian di bioskop demi menonton film ini. Setelah Petualangan Sherina terdapat beberapa film yang ditujukan untuk anak kecil, seperti Joshua oh Joshua, Janus Prajurit terakhir (film animasi), Laskar Pelangi dan yang terbaru adalah Garuda di Dadaku.

Film- film tersebut diproduksi dan diperuntukkan untuk anak kecil. Nilai- nilai yang terkandung di dalam film tersebut, tidak melenceng jauh dari dunia anak- anak yang pasti berbeda dengan dunia orang dewasa. Setiap permasalahan dihadirkan sesuai dengan apa yang biasa dihadapi oleh anak- anak sebayanya. Sayangnya, meskipun mulai berjamuran film untuk anak- anak, namun jumlahnya masih saja minim. Film- film yang beredar dipasaran terkadang belum laik untuk dikonsumsi oleh seorang anak yang duduk di kelas Dua SD, misalnya. Gak usah film deh, sinetron di layar televisi saja, yang selalu bisa diakses oleh si kecil, juga tidak menghadirkan realita dunia anak sesungguhnya. Judul dan pemainnya memang terbungkus cover berjudul untuk semua umur. Namun toh ternyata nilai- nilai yang terkandung di dalam film tersebut tidak sesuai dengan apa yang seharusnya di konsumsi si kecil.

Beberapa sineas di dunia film maupun sinetron sering melupakan, bahwa setiap tayangannya seharusnya mengandung nilai- nilai yang dapat dipetik dan kemudian diamalkan bila baik dan ditinggalkan bila itu tidak baik. Namun nampaknya, saat ini yang terpenting adalah mengejar rating tinggi dan banyaknya sponsor yang beriklan. Tayangan untuk si kecil di televisi lebih banyak yang tidak sesuai dengan keseharian yang dihadapi (lebih banyak mengandung kekerasan, Horor dan sex). Sehingga yang dapat diambil hikmahnya oleh si kecil ketika tayangan yang ditontonnya berakhir hanyalah berupa angin lalu. Tak berisi apa pun.

Film anak yang beredar, dan biasanya dikerjakan oleh orang- orang yang kompeten di bidangnya, baru bisa diacungi jempol. Mereka tak hanya sekedar mengejar rating tinggi dan sponsor ( meskipun sponsor memang hal yang utama untuk keberlangsungan sebuah film) , namun mereka menelaah nilai- nilai yang dapat dipetik ditiap adegannya. Apakah nilai tersebut sesuai dengan si kecil. Para orang- orang tersebut bahkan melakukan survey untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk filmnya yang akan di tonton oleh anak kecil. Sebut saja Laskar Pelangi yang menggambarkan tentang semangat belajar murid- murid miskin di pulau Bangka- Belitong. Atau pun film Garuda di Dadaku yang menggambarkan kecintaan Bayu, sang tokoh utama, terhadap tim nasional Indonesia.

Film- film untuk si kecil bukanlah sembarang film, bahkan film untuk si kecil bisa dibilang sangatlah susah dibanding bila membuat film remaja. Banyak yang harus dipikirkan dalam menggarap film untuk si kecil. Selain itu, para pekerja film juga bertanggung jawab lebih besar akan film anak yang dibuatnya. Film- film anak kecil yang sesuai adalah film yang benar- benar menggambarkan kehidupan dan permasalahan yang dihadapi si kecil, film yang dapat diambil hikmahnya oleh setiap anak ketika mereka selesai menonton film tersebut. Film untuk si kecil bukanlah sebuah film yang memasangkan tokoh utamanya adalah anak kecil namun ceritanya tak sesuai dengan apa yang dihadapi si kecil ketika terjun ke dalam lingkungan sosialnya

Penerimaan Anggota Baru MB UPN ‘ V’ Yogyakarta

Gerryy, ketua PCAB 09

Seperti yang biasa terjadi dari tahun- ke tahun, kegiatan penerimaan mahasiswa selalu mewarnai kegiatan kampus di pertengahan tahun. Ada kegiatan penerimaan mahasiswa baru, otomatis akan ada kegiatan penerimaan anggota baru MB UPN V Yogyakarta. Dan tentu saja itu terjadi pada tahun ini.

Kerja berat untuk Ketua Panitia Penerimaan Calon Anggota Baru, Gerry Simatupang ( 2008). Karena awal masuk kuliah hanya seminggu dan kemudian terpotong untuk liburan lebaran. Selain itu, seperti tahun lalu, tahun ini tidak ada kegiatan ‘ Demo Maba’, yaitu demo tiap- tiap ukm kepada anak baru, kegiatan ini bertujuan untuk menarik mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan ukm tertentu. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan saat masa orientasi mahasiswa baru- ospek-

Namun terhitung dari dari tahun kemarin, kegiatan demo maba ini ditiadakan, diganti dengan pameran ukm yang akan dilaksanakan beberapa bulan setelah mahasiswa baru mengikut perkuliahan perdananya.

Tahun lalu, Panitia Penerimaan Calon Anggota Baru telah berhasil melantik sekitar 49 orang anggota baru MB UPN. Bagaimana dengan tahun ini ya? – semangat ya Gerry dan kawan- kawan…-Teman- teman panitia PCAB telah menyebarkan brosur MB UPN pada saat 3 hari masa orientasi di masing- masing jurusan. Dan ini membuahkan hasil yang tak percuma, terdapat sekitar 80 mahasiswa baru yang mendaftar sebagai anggota MB UPN. Latihan perdana untuk CAB dilaksanakan tanggal 7 September silam, terdapat sekitar 50 CAB yang menghadiri latihan perdana ini. Latihan terakhir sebelum lebaran, dilaksanakan hari minggu tanggal 13 September. CAB akan memulai latihan lagi setelah lebaran.

Hem.. yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, gimana nieh membagi latian? Antara latihan GPMB dan latihan untuk CAB? Well, bisa dikatakan bahwa PCAB tahun ini cukup berat, pertama karna jadwal latihan yang terpentok waktu liburan lebaran, hingga pertemuan awal dengan CAB hanya berlangsung selama seminggu, kemudian perlu adanya pembagian waktu antara latihan dengan CAB dan latihan menuju GPMB. Gimana ngebaginya ya? Padahal setelah lebaran, jadwal latihan GPMB makin padat, senin- kamis, jumat libur dan sabtu- minggu diisi lajang atau TC.

Gerry Simatupang sebagai Ketua Panitia PCAB akan membahasnya lagi dengan teman- teman panitianya. Semoga mendapatkan jalan keluar yang terbaik ya Pak! Semangat!:-)

Oia, ada beberapa CAB yang ikut menjadi bagian tim MB UPN di GPMB besok lowh! Waaw. . .senangnya udah bisa gabung dengan CAB \^0^/

Susunan Panitia Calon Anggota Baru

Ketua : Gerry Simatupang ( 08)

Sekretaris : Meta Mellophone ( 08)

Bendaraha : Lindi Puspita ( 08)

Komandan Latihan : Aldi ( 08)

Wakil Komandan latihan : Meta Colouguard ( 08)

Bagian SDM : Icha, Tamie ( 08)

Transkonkap : Rievo ( 07), Jamroni ( 08), Leo Bebek

Konsumsi : Hesty ( 07), Dhea ( 08)

Kesra : Ryo, Risfa ( 08)

Pelatih : Nadya Ladyfany (07) ( CG), Tyo (07)& Adian (08)( Brass), Amos Kendek ( 04) & Adiet ( 08) ( Perkusi), Tyo ( Drill), Amos Kendek ( Display)

Firli Wardhany ( firliTrumpz.blogspot.com/ twitter: FirLiW/brazzline@yahoo.com)

liputan serupa bisa dilihat di mbupnjogja.blogspot.com

MB UPN ‘ V’ YOGAKARTA GOES TO GPMB XXV JAKARTA 2009



Ada peristwa unik yang sekaligus membuat saya rada sedikit malu saat MB UPN menjalani latihan menuju GPMB XXV di Jakarta Desember mendatang. Sedang asik- asiknya fb-an di perpus FISIP, tiba- tiba ada teman seangkatan saya yang menghampiri. Tangannya penuh membawa bandelan beberapa skripsi sekaligus. Dia langsung duduk disebelah saya, berbasa- basi sedikit dengan menceritakan betapa menyedihkan nasib skripsinya- well, cerita klasik, ya? hehe- setelah itu dia tenggelam dalam kesibukan menelaah skripsi- skripsi yang diambil. Tak jarang dia beralih ke bagian rak buku kemudian membawa tumpukan buku- saya tak yakin dia akan membaca semuanya, mungkin hanya ingin membuat petugas perpusnya sibuk, eh?!- dan kemudian tenggelam lagi dalam kesibukannya. Hening beberapa saat diantara kami, toh saya pun sedang sibuk menghapus junk mail, membuka fb, mengirim komentar, chatting, mengupload foto, yup! Terima kasih kepada fasilitas yang diberikan UPN, sehingga saya bisa dengan ‘ gratis’ melakukan aktivitas ini, dengan hanya bermodalkan pinjaman laptop anak mellophone- terima kasih Meta…heheheh-

Well, ketika saya membuka FB Mb UPN, tak sengaja teman saya itu melirik kearah laptop. Dia yang dulu pernah ikut Marching Band UPN namun tak “ kuat” menghadapi kerasnya dunia MB yang kegiatannya hanya seputar latian dan latihan ditiap harinya, langsung menyeletuk

“ Hei, gimana persiapan buat kejuaraan di Jakarta itu? Udah sampe mana? Kamu ikut gag? Temanya apa?”

GLEK…

Matilah aku! Pikir saya saat itu- dasar ni anak, perasaan udah gag ikut mb lagi, tapi kok tau ya kalo mb UPN ikutan kejuaran di Jakarta? Tanpa memperdulikan daftar pertanyaannya yang panjang, dan tidak semuanya saya mengetahui jawabannya, saya balik bertanya,

“ Kok kamu tau?” dan teman saya itu hanya memamerkan cengiran kuda

“ Hehe, sdmnya sempet nglobi aku buat maen…tapi aku gag mau, lagi sibuk skripsi gini..”

Halah…jawaban teman saya itu mengingatkan saya kalau saya pun dilobi untuk bermain dalam GPMB, dan saya belum memberikan jawaban. hehe…

Memperhatikan pertanyaan teman saya itu, yang hanya sebentar aktif di MB Upn dan kemudian “ melarikan diri”, bisa dibilang dia cukup perhatian dengan Organisasi yang kini sudah tak digelutinya lagi. Intinya, raganya memang udah gag pernah latihan di Audit UPN tapi ternyata hatinya masih ada di disekitaran teman- teman MB UPN yang masih setia latihan sampai sekarang.

Hemmm…, jadi inget dengan kakak- kakak alumni MB UPN yang kini dah mencar masing- masing, kerja di belahan kota berbeda di Indonesia. Tapi toh kakak- kakak alumni masih setia mengikuti perkembangan MB UPN. Mengikuti kegiatan kami yang bercokol diantara kecambah, pukulan yang makin ribet ajah dan deretan bendera yang harus digerakkan serasi berirama, kegiatan kami yang tidak hanya berkutat diseputaran latihan panjang- latihan 12 jam-, Training Center-TC- tapi juga berkutat di bagian non teknis- gimana, udah penginapan? Containernya gimana? Konsumsinya diJakarta?-hehehhe

Terus terang, saya bersyukur pertanyaan diatas dipertanyakan oleh teman seangkatan saya, saya mungkin akan gelagapan kalo pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh salah satu kakak- kakak alumni. Karena, jujur, saya pun hanya mengetahui secuil informasi mengenai GPMB MB UPN ini. Peristiwa ini membuat saya mulai rutin datang ke latihan, mulai ikut bertanya pada teman- teman yang lebih mengetahui keadaan MB UPN pra GPMB XXV bulan Desember besok. Pengurus MB UPN ‘V’ Yogyakarta “ mengetuk palu” untuk mengikuti kejuaran ini pada pertengahan tahun ini, sekitar bulan Juli. Bagas Adi Pramana, ketua MB UPN periode tahun ini bersama pengurus harian telah bersepakat untuk mengikuti ajang paling bergengsi Grand Prix Marching Band( GPMB) di Istora Senayan Jakarta pada bulan Desember 2009. Sebelumnya, MB UPN ‘ V’ pernah mengikuti ajang ini ditahun 2001.

Agus ‘ Idank’ ditunjuk Bagas untuk menjadi General Manager, menangani tim MB UPN untuk melenggang sukses ke Senayan. Dan Adila Wiguna untuk menjadi SC- terhitung mulai bulan ini, Adila telah ditetapkan menjadi Band Director- Dalam perjalanan menuju GPMB 2009, terdapat tiga pelatih yang akan menangani Tim MB UPN, divisi Colouguard, Mika Nareswari ( 2002), Divisi Brass, Christian Leonardo S ( 2004) dan Priyo Jatmiko ( 2004) di divisi perkusi. Bertindak sebagai arransemen lagu yaitu Hendra Yanuardi ( akrab dipanggil Babe) dan Bambang Nurdianto( Mas Anto). Kemudian Display dipulas apik oleh Hendrik Sulistyo ( Mas Hendrik).

“ Temanya apa nih UPN?” Itulah pertanyaan paling sering dilontarkan teman- teman dari unit lain saat melihat MB UPN latihan. Dan seperti biasa, saya hanya akan cengar- cengir gag jelas, aduh… temanya apa ya? Terus terang, tim belum menentukan tema apa yang apik dan “ eye catching” buat MB UPN, namun kami bisa menjawab bahwa paket yang kita bawakan adalah berbau latin. Yap latin!! Latihan MB UPN menuju GPMB XXV telah dmulai akhir Juli, dan hingga berita ini diturunkan- berasa Koran Kompas ya?xixixiixi-, divisi Brass telah menyelesaikan 3 lagu, yaitu lagu pertama Spanish Trilogy, lagu kedua Concierto De Aranjuez an lagu ketiga Mujer Latina. Lagu pertama, yaitu Spanish Trilogy adalah medley dari lagu Granada, One More Time- bukan one more time lagunya Britney Spears:-p- dan Matador. Akan direncanakan lagu Malaguena akan menjadi lagu keempat. Sedangkan divisi perkusi baru menyelesaikan lagu 2, Concierto De Arajuez, lagu 3, Mujer Latina dan lagu 1 baru dibagian Granada. Mika Nareswari dan tim nya telah menyelesaikan lagu pertama di bagian Granada dan One more time dan lagu dua, Concierto.

Untuk display, tim MB UPN belum menyentuh sama sekali, mudah- mudahan sehabis lebaran bisa langsung dikejar, mengingat bagian lagu pun sudah hampir terselesaikan. Namun untuk membiasakan tim, pelatih kerap melakukan drill ditiap latihannya. Gag peduli saat itu ditengah- tengah bulan puasa. Hehehehhe, semangat Tim! Selama bulan puasa ini, latihan menuju GPMB tetap berjalan seperti biasa, malah terbilang lebih berat, hampir setiap hari diisi oleh latihan. Sabtu- minggu diisi latihan panjang, namun untuk bulan puasa, latihan tidak dilaksanakan 12 jam, hanya dari pukul 13.00-21.00. latihan pun terpotong untuk melaksanakan ibadah sholat tarawih. Tim MB UPN melaksanakan sholat tarawih berjamaah di audit UPN selama bulan puasa ini. Oia, sebelum puasa, Tim MB UPN juga telah melaksanakan TC pertamanya di Youth Center Jombor sekitar pertengahan Agustus.

Total player yang akan bermain untuk MB UPN di GPMB XXV berkisar 86 player. Terdiri dari Brass 40 orang, CG 20 orang , Perkusi 19 orang dan Pit Instrumen 8 orang. Sampai saat ini pengurus harian di bidang SDM sedang berusaha untuk memenuhi target player yang diwajibkan pelatih. Ayo semangat SDM!!:-)

Huft. . .jalan yang ditempuh tim MB UPN menuju GPMB gag segampang yang dikira lowh. Banyak banget permasalahan yang kerap bikin panitia maupun tim merasa down. Permasalahan yang biasa dihadapi MB pada umumnya, ada masalah yang sangat krusial, yaitu SDM, masalah alat, masalah materi, masalah latian, masalah kuliah, masalah dengan pacar- kalo yang satu ini urusan masing- masing player ya, hehe:-p-, dan seperti biasa, masalah dana. Setiap permasalahan dengan hati- hati dipecahkan. Seperti misalnya permasalahan ditubuh SDM. Seperti yang diketahui, masalah SDM ini bukanlah masalah kecil. Bisa dibilang inilah satu- satu permasalahan terbesar dalam MB. Percuma semuanya lengkap, ada alat Kingston Fresh graduate kalo ternyata tuh alat gag kepake gara- gara gag ada yang maenin. Masalah ini terjadi dalam Tim GPMB MB UPN. Hemm…yup, masih kekurangan player untuk mengisi barisan yang blank…salah satu pemecahannya adalah dengan melobi orang- orang lama ( dan ya, terima kasih, saya adalah salah satunya) dan mencari player lain diluar lingkup MB UPN. Player ini biasanya diberi label sebagai anggota kehormatan. Dan, berkat kerja tim SDM dan teman- teman pengurus dan panitia lainnya, terdapat beberapa anggota kehormatan yang akan membantu MB UPN dalam GPMB tahun ini( terimakasih ya teman- teman…mohon bantuannya ^_^).

Lalu permasalahan alat, ini juga biasa terjadi di setiap unit. Saling pinjam- meminjam alat adalah jalan keluarnya. Dan itu sudah menjadi ritual setiap unit , kan? Saling membantu antara sesama. Cuma susahnya kalo dalam waktu yang sama, setiap unit juga melaksanakan latihan, tc atau karantina. Jalan satu- satunya adalah meminjam alat ke unit di luar jogja. Bidang perkap bahkan sampe rela pinjem alat ke UNS Solo ato ke Telkom Semarang. Berbekal naek pramex ato bahkan motor. Biasanya, abis ngembaliin alat bukannya langsung pulang tapi ngider dulu keliling kota. Contohnya waktu abis TC 1 kemaren, setelah TC beberapa anak perkusi dan perkap sama- sama konvoi naek motor ke Solo buat ngembaliin alatnya UNS. Weits…salut salut, dijaga semangatnya ya Rievo n Arung( perkap kepengurusan tahun ini-

Masalah kuliah dan masalah pacar biar diurus masing- masing player deh:-p, gag enak kalo ngomonginny diblog. Hehehe. Dan yang terakhir, pastinya masalah financial. Yup…- nyengir mode on- perlu angkat topi nieh ke Lilis Fitriani, bendahara, kalo ngomongin perjuangan mencari duit. Hehehhe. Dari jualan baju bekas saat subuh buta sampai jualan jajanan. Bahkan sempet juga ngamen lowh. Kegiatan ini emang turun temurun dilaksanakan MB UPN kalo sedang nyari duit. Terima kasih kepada kakak- kakak alumni yang telah mengajarkan betapa “ alotnya” kegiatan tawar- menawar baju bekas ama ibu- ibu pasar yang tega bgt kalo nawar bajuT_T. tempat latihan sekarang juga makin bewarna, dulu, biasanya disudut auditorium tempat MB UPN latihan, hanya terlihat seonggok gallon aqua. Tapi sekarang, udah berasa sswalayan. Banyak banget jajanan yang dijual. Namanya juga cari duit, apa pun akan dilakukan. Jajanannya dari geri chocolatos ampe susu coklat bendera. Rokok juga ada. Trus biasanya kalo TC jajanan makin nambah aja, dilengkapi dengan pop mie.yummi, abis latian malem, sambil ngantri mandi bisa skalian makan pop mie. Well, intinya semua harus semangat ya ngadepin perjalanan MB UPN ke GPMB yang bisa diitung tinggal berapa bulan lagi.

Menjelang lebaran, latihan makin diketatkan, tampak terlihat lebih ketat lagi dengan adanya penerimaan mahasiswa baru, yang artinya Panitia Calon Anggota Baru MB UPN juga mulai disibukkan untuk menyambut calon anggota baru MB UPN. Latihan terakhir sebelum lebaran telah dilaksanakan hari Sabtu, 12 September. Sampai berjumpa lagi ya Tim di latihan perdana tanggal 29 September. Harus lebih semangat ya! \^0^/

Firli Wardhany( Firlitrumpz.blogspot.com/twitter: FirLiW/ brazzline@yahoo.com)

liputan yang sama bisa diliat di mbupnjogja.blogspot.com

Senin, 31 Agustus 2009

My heart –still!- beating so fast when I saw him Las night…

Hu uh itu lah yang kurasakan saat ngeLiat dia..hufttt….

Dia masih sama, masih tinggi, kulit coklat khas orang bali, senyuman yang manis dan tingkah konyol dan tidak lupa sifat jeleknya yang suka bersendawa keras di depan orang2, membagikan aroma yang enggag bgt!Iyuhhhhhh- muka jijik mode on-

Yup ketemu lagi sama lelaki itu, betelguess yang pernah kuceritakan diblog sebelumnya. Udah brapa lama ya gag ketemu dia…hemmm. Gag nyangka bisa ketemu dia lagi disaat yang gag tepat lagi! Hegss. Padahal, pas tanggal 17 Agustus, aku kira aku bakal ketemu dia. Karena MaRching Bangnya, Marching Band UGM nampil buat Parade Senja di istana Jogja. Udah dandan tuh, udah feminim dengan baju warna pink. Sedikit polesan blush on humm…semoga dia bisa ‘ sedikit’ berpaling ato paling gag tiba2 bilang ‘ wahh…wajahmu mengalihkan duniaku’:-p heheh

Tapi ternyata padatnya jalanan Malioboro membuat hal tersebut tidak terlaksana. Gag ketemu dia dan akhirnya malah nongkrong2 di kraton bareng temen2 dari Marching Bandku- marching band upn Veteran Yogyakarta. Hegss…padahal rindu sekali ingin melihatnya. Tapi ya Sud lah…gag pa2. Sampe akhirnya kemaren, aku ketemu lagi ama dia. Dengan keadaanku yang enggag bgt! Celana jeans belel, kaos biru pudar, sandal jepit buluk warna pink-udah gag bisa disebut warna pink sepertinya- rambut acak2 an yang diiket asal dan muka lesu dengan kedua lingkaran hitam besar dibawah mata, berasa panda cina. Ini gara2 dua hari gag tidur, ngejar deadline tulisan nabi Shaleh yang diminta mbak Tita- dapet job buat nulis naskah cerita nabi Shaleh…hehehhe-.

Jadi ceritanya, malem itu berencana buat ke upn, ngembaliin laptop Meta- anak mellophone- yang kupinjem buat ngetik naskah. Sekalian tarawihan bareng ama temen2 marching band, rencananya abis tarawih mau langsung tidur. Mata udah bener2 berat gara2 kurang tidur. Karena kupikir gag bakal lama di upn, jadinya pake aja seadanya, acak2 an juga gag pa2, toh abis solat tarawih mau langsung pulang,gag ada niatan ngeliat temen2 latian buat kejuaraan GPMB di Jakarta. Eh tapi ya gitu, pesona marching band buat aku lupa dengan rencana awal. Jadinya setelah solat, aku ke barisan Brass, ngeliat mereka latian. Aku juga disuru Leo- anak Tuba, sekarang pelatih buat Brass- mengoperasikan encorenya di laptopnya selama latian. Yap, rencana pulang untuk tidur gagal sudah.

beberapa saat kemudian, berdatanganlah orang2 yang entah darimana, naek motor berduyun- duyun, berasa mau demo dimana gitu. Eh ternyata mereka anak ugm! Yang lebih parah disana ada dia! Matiilahhhhhhh…aku dalam keadaan gag bangetT_T

dan sangat impossible bila dia tiba2 bernyanyi lagunya Afgan..” Wajahmu mengalihkan duniaku…”

tapi…suaranya ternyata masih sama seperti dulu. Suara bass dengan level terendah…so comfort…hehehhehhe. Sedikit bercanda “ ehh sekrang kamu udah nambah tinggi ya Fir?” plih dess…ini gara2 aku berdiri disisi tangga dan dia dia dibawah tangga. Bercieh- cieh gag pentinglah anak UGM yang membuat rona mukaku berbeda- owhh tidak, nampaknya udah bukan rahasia lagi ya aku suka ama dia. hahahha-

well, intinya, ternyata perasaan ini belum berubah. Jantungku masih berdetak cepat saat melihat sosoknya, perutku terasa dikitari kupu2 saat melihat dia tersenyum. Dan aku memaklumi saat dia melakukan hal- hal bodohnya yang menjijikkan…aku bisa terima semuanya hanya dengan sebuah sunggingan senyum. Ternyata, detakan yang berlangsung dari tahun 2006, masih berlangsung hingga saat ini, 2009. aku gag tau, sampe kapan detakan ini akan terus berdenyut cepat saat melihat sosoknya. Entah sampai kapan…

Sayangnya, detakan ini hanya kumiliki sendiri, tidak dimiliki olehnya. Tak akan pernah…






hummm...lelaki yang kuceritakan diatas berasal dari pulau ini. . .

Finally. . . I’ve goT the ‘ FriDay”!

Akhirnya kebeLi juga aLbum RAN yang kedua( Friday) setelah perjuangan yang melelahkan…- gag Lebay, tapi beneran melelahkan Lowh. . .-

aLbum Friday keitung teLat mpe Jogja. Jadi di FB udah pada pasang sTatus kalo album RAN yang kedua bener2 Keren, aku di jogja Cuma bisa gigiT jaRi. boLak- baLik ke ampLas cuma buaT mampir ke Toko kaseT dan bertanya :” Album Ran yang BAru dah ada bLom mas/ mbak??” dan si mas dan si mbak Cuma menggeleng melemparkan senyum ramah T_T. Huft. . .keknya Jogja tuh gag begiTu jauh kok dari jakaRta, naek kReta 8 jam aja Dah nyamPe. Naek pesawaT sekitar 1 setengah jam, tapi kok ya blom dateng2 yah. . .

bukan Cuma aku yang sebagai RANers gag sabar nunggu album barunya nongoL di toko kaset, tapi juga ada temenku yang gag jaDi RANers tapi seLalu ngikutin perkembangan Ran. Setiap saat dia pasti mampir ke FBku dan meninggalkan jejak pertanyaan, “ Kak Fir, CD RAN udah nyampe jogja blom? kaLo udah kabar2 in ya…” pas dateng ke Latian marching band pun, tuh anak iseng nanyain, “ Kak Fir, CD Ran blom masuk jogja ya??”

dan dengan tersenyum aku Cuma menggeleng, “ Blom say, blom masuk sepertinya. Udah aku cek kemaren di bulletin MAlioboro, tapi mereka biLang bLom dateng.”

Berasa jogja terletak di paling ujung dari pulau Indonesia, dunia antah berantah yang tak tersentuh kehidupan, sampe CD baru Ran aja blom dateng2. . .paDahal udah gag sabar dengerin albumnya yang menurut sumber terpercaya, album ini beDa bgt dari album sebelumnya…hem. Rasa gag sabaran makin menjadi setelah ngeLiat video Klip Ran T.G.I.H di YouTube! Berasa jadi pengen menjadi anak perempuannya pak SBY, langsung bisa membeli CD Ran satu Toko!-hehehe lebay sekali, keknya gag sampe sebegitu-

Yap, senang sekali ketika Aldo mengabarkan- akhirnya!- bahwa CD Ran udah masuk jogja. Untungnya udah bawa duit, jadi setelah shift kerjaku selese, berencana pengen langsung kabur ke amplas deh, bli tuh CD. Waduwhh…hari minggu, 30 agustus, seperti biasa, Jl. Solo dipenuhin mobil2 yang berniat buat sekedar kongkow2 ato mungkin ngabuburit nunggu buka di Amplas( plis deh, ini masih jam 2 siang udah ngabuburit??). macet bgt lah sekitaran jalan Solo, padahal Jogja jarang macet lowh. Udah gitu, sampe di dalam mall, amplas berasa kek pasar malem. Banyak bgt orang, banyak bgt keluarga yang belanja di carefour, banyak bgt orang2 yang udah mengantri panjang di Bread talk, banyak bgt orang pacaran maen peluk aja di tempat umum. Pengennya sih ngampirin tuh pasangan dan langsung berucap “ Astagfirullah Mas, Mbak, gag boleh begitu, ada anak kecil, tontonan ini harusbnya buat 17+ lagian ini kan buLan puasa…” tpi gag jadi negur ah, Buang2 waktu dan membuat malu diri sendiri hehehhehe:-p langsung ke toko kaset aja

Seperti biasa, pertanyaan muncul, tinggal paste aja dari ucapan kemaren. “ CD Ran udah ada mbak?”Mbaknya tersenyum sumringah, wew keknya ada nieh CD Ran! Bagus deh, abis beli CD Ran mau puter2 amplas dulu, beli Roti boy, trus liat2 buku baru di gramed- kebetulan lagi gag puasa, hehe- hemm hari yang indah. Tapi rancangan anganku itu tiba2 musnah setelah mbaknya bilang “ Maph mbak, udah abis CD Ran nya, kemaren Cuma dateng tiga, trus langsung abis.” Hu uh! Ni pasti yang ngabsin RANers jogja yang laen, yang entah sapa itu, tapi tega banget, aku kan blom dapet…huhuhuhuT_T.

Langsung deh turun escalator, ke toko kaset yang satunya, ini malah lebih parah,“ Blom masuk kok mbak.” Hiyeehhh?? Kok bisa sih?? Toko kaset yang diatas ada tapi habis, lah yang ini kok blom masuk. Apaan niy?

Langsung cabut dari amplas. Gag jadi beli roti boy, gag jadi ke gramed. Tujuan utama langsung ke POPEYE aja. Toko kaset paling lengkap di Jogja. Yuk tancap gas..Selama diperjalanan, men- set akan kemana lagi kalo ternyata di POPEYE gag ada. Kalo bisa, seluruh toko kaset yang ada di jogja didatengin. Tapi gag mungkin lah di Popeye gag ada, seharusnya ada. Kalo gag ada, predikat “ toko kaset terlengkap di Jogja” harus dicabut!

Ehhh Perjalanan ke popeye kok ya diwarnai dengan aksi para polisi yang mengadakan razia sim + stnk buat para pengendara motor( kalo di jogja akrab dengan sebutan ‘ cegatan’). Untungg…2 bulan yang lalu udah buat sim, jadinya 20ribu yang biasanya standar denda kalo gag bawa sim gag jadi jatuh ke tangan pak polisi. Hehehe. Owwhh pantes ngadain razia polisinya. Kan tanggal 30, tanggal tua..:-p( kalo di jogja, tanggal tua adalah tanggal yang paling sering untuk dijadikan razia sim+stnk oleh para polisi. Humm duit gajinya udah abis ya pak??:D)

Melanjutkan perjalanan, ngelewatin jalan yang menuju MAlioboro- daerah toko kaset Popeye ada di belakang Malioboro-, macet lagee… yang paling bikin kesel adalah, ternyata hari itu Popeye TUTUP!!! Bagusssssss. . .berasa pengen melakukan demo, menuntut Popeye dibuka bentar aja demi sebuah pertanyaan, “ CD Ran yang baru udah ada?”. Tapi karena aku bukanlah anak perrempuan pak SBY, jadinya puter balik deh. Rancangan awal kalo di Popeye CD Ran blom ada, adalah ke toko kaset yang ada di mall MAlioboro, abis gitu ke toko kaset di gramedia, trus ke Galeria. Kalo sampe situ blom ada juga, baeklah…pulang dengan tangan hampa dan rasa kesal dihati- halahhh-. Nyampe malioboro yang macetnya naudzubillah, langsung menuju lantai dasar. Di mall ini ada dua toko kaset, di lantai dasar dan di lantai 2. yang lantai 2 ntar aja. Mungkin juga belum ada. Soalnya toko kaset di lantai 2 itu sama dengan toko kaset yang ada di amplas, yang bilang kalo CD Ran belum dateng. Aku gag mau denger kalimat yang sama seperti itu, ditoko kaset yang sama pula.

Turun ke lantai dasar, sempet mata melirik ke barang2 DAgadu asli Jogja- Dagadu: kaos khusus kota jogja. Semacam Joger kalo di Bali-ngelirikin barang dan mas2nya yang jualan…hehehe sedikit cuci mata bentar. Masuk toko kaset tanpa babibu langsung Tanya ke kasir, tinggal paste lagi deh pertanyaannya. Dan…Terima kasih ya Tuhan atas rahmat dan berkah yang Engkau berikan, terima kasih atas rejeki yang Engkau berikan hari ini, ternyata setiap jerih payah selalu ada balasannya. Subhanallah…-efek sering liat PPT di salah satu stasiun tv pas saur, hehehehhe-

CD Ran yang kucari2 ada juga!

“ Ya mas, saya mau yang itu, bungkusin!” yaelah, perintah yang aneh ya? Berasa aku beli baju ato sepatu…:-p . Sempet tanya2 ama masnya juga, kok CD Ran langka sekali, udah muter2 baru dapetnya disini. Dan si masnya bilang, “ gag tau mbak. Kalo CD Ran emang stoknya terbatas. Yang album pertama juga kek gitu. Tuh yang album pertama masih banyak yang cari, kemaren ada yang beli. Itu tinggal satu.”

Hemmm…bener gag nieh ucapan mas nya??- diseputaran kepala dihiasi tanda tanya-

“ Ini mbak, makasih ya. “ kata masnya menyerahkan Cd Ran yang baru. Dan ekspresi wajahku sudah bisa ditebak, tersenyum puas dengan kedua alis terangkat. “ Mbak gag beli CD Ran nya lagi? Yang baru tinggal dua tuh mbak. Beliin buat temennya mungkin?”

“ Yaelah mas, duit tinggal 15 rebu, dapet beli CD emangnya? Gag ah, ntar temen saya biar nyari sendiri.” ( sampai tulisan ini diterbitkan diblog, belum ada kabar apakah temenku yang mencari CD Ran udah dapet ato belum CDnya. Tapi aku langung ngabarin, kalo mau CD Ran Cuma ada di tempat ini doank. Tinggal dua lagi…)

Baiklah… segera pulang kerumah, nyiapin buat buka sambil dengerin lagu2 Ran…wew…senangnya! Gag sia2 muter2 dari amplas ke malioboro buat dapetin Cd Ran ^_^


Finally, I ‘ve Got the ‘Friday’



ini foto RAn yang diambil Kemal Maharsha( FB: Kemal Maharsha)

diantara foto2 RAN yang diambil Kemal, aku paling suka ini. permainan warnanya bagus. . .^_^

kak kemal, minta fotonya ya^_^

Being RANers. . .So Fun!

Jadi ada D’Masiv, ada Nidji trus sapa lagi ya?

Ada beberapa musisi Indonesia yang sangat aku sukai karya2nya

duLu- bahkan sampai deTik ini- aku nge-Fans bgT ama Project pop! Yup, Aku punya aLbumnya yang Tu Wa Ga Pat trus album lanjuTannya ( apa ya namanya? Lupakk:-p). Sayangnya, “ tempaT penampungan” fans Project Pop aku sama sekali gag taw. Cuma tawnya tuh markas mereka ada di jalan Cilaki bandung, jadi satu ama P Project( sekarang masih disitu gag ya?). Oia, sama ada alamat imelnya managemenT Project Pop. Tapi toh tiap kali aku kirim ImeL gag pernah ada balesannya L. Tapi aku maklumin aja, pasti yang kirim imeL gag Cuma aku doank kan??

Demi Project pop pun aku beLa2 in ikuTan nonton SoundrenaLin yang waktu itu diadain di Alun2 uTara Yogyakarta. Pulang jam setengaH 2 maLem n Pagi2nya harus ke sekoLah ( jaman2 masih paKe seragam Putih- abu niy). Mungkin iTu cikaL bakaL aku mule ikut2 an perkumpulan “ para penggemar”. Tapi karena “ keterbatasan” pada waktu itu, jadinya sampe sekarang pun aku belum tergabung dengan kumpulan para penggemar Project Pop( ada yang taw namanya, eh?).gag gabung juga gag pa2, yang penting aku menunjukkan beTapa aku menyukai karya2 Project pop yang waktu itu aku biLang mereka benar2 beDa dalam menyuguhkan musiknya..( bener kan?!). rasa cintaku diwujudkan dengan selalu membeli kaset – jaman duLu kaset ye, CD blom laku hehehhe- asli dan bukan bajakanJ. Gag lupa dengan menghapal seluruh lirik Lagunya( Yap! Bisa dibiLang, selain hapaL lagu2 WestLife:-p aku juga hapaL lagu2 Project Pop)

Keterbatasan yang dimaksuD adalah keterbatasan informasi buaT ikutan perkumpulan penggemar itu. Beda dengan sekarang, mau ikutan tinggal search aja di Fb, dan Tarrrrrrraaaaa. . .tinggaL klik “ Become a Fan” dan daLam sekejap kita udah jadi Fans para idoLa kita itu. Berbagai informasi mengenai sang idoLa gag perlu susah2 nonton gossip tiap hari, tinggal follow di twitternya, udah deh. Kita jadi tau kegiatan apa aja yang dilakukan. Sipp daH. . .Kemajuan teknologi ternyata amat memudahkan kita ya! Terima kasih kepada Jonathan Abrams ( penemu Friendster), Mark Zuckerberg( penemu Fb) dan akhirnya penemu Twitter ( ada yang tau sapa? Heheh) yang telah memudahkan akses kita2 sebagai penggemar dengan artis idoLanya.

Dan tentu saJa aku termasuk salah satu orang yang amat bersyukur atas kemajuan teknologi ini. Awalnya, aku ngikut sebagai NidjiHoLic- yup! Hidup Giring Nidji yang selalu mengucapkan Stop Piracy!-ikutan di gRoup Nidji via fs-duLu belum booming FB. Masih Fs- pernah juga ikuTan jaDi masivers- well, lagu2 n liriknya dalem bgt, pernah menginspirasikanku buat nuLis cerpen. Tapi Karena ada isu2 peniruan, dan setelah browsing kesana- sini melakukan perbandingan lagu Dmasiv dengan yang diduga ditiru, hummm. . .jadi agak kecewa. Tapi masih suka kok. Cuma gag jadi deh ikutan Masiversnya…maph yaL. Aduwh..gag pa2 kan?!)

Jadilah aku menobatkan diri hanya sebagai NidjiHoLic. Udah. Hidup Giring nidji!

Lalu lalu. . .beberapa taHun kemudian( nampaknya tak selama itu kan ya?), munculah band dengan personil 3 cowok, dan mereka bernama RAN!.

Hum. . .lagunya keren!! Sumpah! Pandangan pertama TOP BGT! Masih inget banget, pas itu aku lagi nge-kos bareng kakak angkatanku di UKM Marching Band- hai mbak ChikaJ…- dan Karena dikamarku lempeng2 aja, hanya tempat tidur, lemari, rak piring, tanpa ada tv, computer bahkan radio! Jadinya aku selalu “ merepotkan” mbak chika. Selalu nonton tv disana, ngerjain tugas laporan sampai menghabiskan setiap jatah makan siang mbak Chika adalah hal yang lumrah dilakukan.hehe…Nah, inget banget itu hari sabtu, gag ada kuLiah, gag ada apa2, Libur…kebiasaan para penghuni kost saat libur adalah tidur sampai siangJ- nampak sangat malas ya?-. aku sering bgt tidur berdua dikamar mbak Chika, Tv selalu nyala, gag pernah dimatiin. Tidur aja pasti sengaja Tv dinyalain- biar berasa ada temennya fir, itu alasannya mbak chika. Jadi jangan heran, penyebab global warming terbesar terletak di anak kost yang tak pernah mematikan tvnya saat tidur sekalipun-

Oke balik lagi, jadi pas itu kita bener2 baru bangun dan acara di tv udah menyuguhkan MTV Ampuh. Ran sebagai pendatang baru langsung melesat ke posisi teratas, dan mtv menampilkan video klipnya, Pandangan Pertama.

“ Keren ya fir lagunya…” kata mbak chika sambil ngucek2 mata.

“ Hu uh” jawabku tanpa melepaskan pandangan ke tv. Bener2 pengen liat video klipnya kek mana. Dan tiba2 ceLetukan mbak Chika membuat semuanya buyar. Mbak chika menunjuk salah satu personil yang waktu itu berkemeja biru- yang kini dapat kudeteksi bernama Nino..-

“ Fir, cowok ini yang jebolan Afi itu bukan? Si veri Affi??”

Owhh…aduwh mbak Chika, tak pernahkah terpikir kalo veri afi gag mungkin bisa bergaya dan bernyanyi sekeran itu??-maaf tanpa mengurangi rasa hormat kepada mas Veri juara 1 AFI- bukannya veri afi itu biasanya nyanyi lagu2 melayu? Trus bukannya masih terikat kontrak dengan indosiar ya? Eh, masih gag sih? Well intinya celetukan mbak chika yang menyamakan nino dengan veri adalah “ enggag BGT!!”

Setelah itu biasa2 aja. Menikmati setiap lagu Ran tanpa kepikiran mau gabung jadi RANers. Sangat menikmati lagu2 Ran album pertama deh intinya. Mbak Chika punya mp3nya lengkap, lalu aku kopi paste –maafkan…ini termasuk piracy ya?- dan lagu2 Ran selalu menemaniku kala aku membuat proposal skripsi. Aku kebiasaan buat skripsi pas tengah malam buta, saat semuanya udah pada tidur. Sangat tenang n gag ada gangguan sama sekaLi. Hemm. . .

Sampai sini masih belum “ ngeh” buat jaDi RANers. Padahal lagu “ Pandangan Pertama” pernah dibawain Marching Bandku- Marching Band Upn Veteran Yogyakarta- pada sebuah parade di Malioboro. Waktu itu aku jadi trumpet 2, jadi gag ambil nada2 melodinya- notnya tinggi euy, gag nyampe! Hehe- hummm. . .jangan ditanya bagaimana hasilnya, karena aku pernah kepikiran buat ngirim hasil parade lagu Pandangan Pertama ke Ran. Namun setelah dilihat dan didengarkan…lebih baik tidak usah, gag jadeee…:D

Perasaan makin kagum sama Ran setelah adanya FB dan bertebarannya acara2 musik yang ditayangin subuh2 buta( jam setengah 8 udah mule..huahhhhhh masi selimutan tuh:-p hehhehe). Ran sering bgt tampil di acara2 musik pagi. Kalo diliat2 keren ya kalo lagi live, Ran juga sering bgt meramu musiknya jadi beda dengan yang di CD. Aransemennya bisa beda2 tiap kali tampil di acara musik tersebut. Gag pernah sama Coy! Weitss ini band kreativ bgt! Salut….\^o^/

ahh iseng nge klik jadi Fansnya Ran ah di Fb. Awalnya jarang nieh komen2 di wallnya. numpang lewat duank. Tapi lama2 akhirnya sekedar nge klik “ u like this” ato ninggalin komen jadi kebiasaan kalo buka FB, Coba cari kabar2 dari Ran. Kegiatan tersebut makin gencar dilakukan setelah ngeliat seseorang bernama “ Kemal” naek panggung bersama Ran- hehehe…inget bgt waktu itu acara Inbox SCTV. Rayi diakhir lagu Hanya Untukmu selalu nyanyi Asta…Nino and Rayi..pas ada kemaL disebutlah kemal…hehehheh. Awalnya kupikir kemal tuh keyboardistnya Ran, ternyata bukan.

Hanya sekedar ninggalin komen di wallnya Ran, membuahkan “ keberuntungan”- halah yang ini lebay deh- beberapa kali dari official Raners mengirimkan info mengenai Ran di inbox Fb ku- waktu itu yang paling gencar ngirim pesen adalah kak Gia dan Aldo-

Wew…sempet takjub juga sih, perasaan aku gag pernah berjasa apa2-hehhe- gag pernah kenal deket ama officialnya, tapi kok dikirimin pesen ya?? Wah…jadi merasa senang:D. serasa bener2 diperhatikan deh ama Ran- meskipun bukan Ran langsung- well, jarang lowh jaman sekarang ada artis n managementnya yang memperlakukan fansnya seperti temen deket- terharu mode on- apalagi pas nyoba2 nge add kak Gia, Aldo n beberapa Official Raners, eh di confirm. Beberapa kali ngirim pesen di wall, eh di bales. Wew…berasa Rayi, Asta n Nino yang membalas setiap pesan itu-hahhahahha…aku baru sadar bahwa aku mungkin bisa lebih lebay dari pada Fitri Tropica- bahkan ada beberapa RANers yang sama sekali gag aku kenal, nge add n ngajak kenalan. Sering saling tuker info tentang Ran…hemmm

Lebih seneng lagi pas aku ke Bandung. Waktu itu, Raners Bandung ngadain ngumpul2 di BIP. Awalnya agak keki juga pengen gabung, kan aku dari Jogja bukan Bandung, apa gag apa2? Tanya dulu dah ama yang ahli, kak Gia-hehhe-, eh kak Gia malah nyuruh dateng, trus ngasih nomer kak kiki- Koord Raners bandung- dan akhirnya aku berkumpul dngan RAnes bandung. Sempet ada kepikiran, “ waduwhhh jadi kambing congek niy, gag loading nih omongan beda” , Eitss ternyata salah besar! Mereka bener2 welcome n seneng bgt.. Huahhhh... ternyata bukan hanya diriku yang berasal dari luar kuta, tapi ada 3 orang lagi dari purwakartaJ

Hemm. . .seneng bgt rasanya bisa ketemu ama RAners, tuker2 cerita tentang Ran. Bisa tambah2 temen pula. Contohnya aja Revita, salah satu RANers bandung yang beberapa hari lalu ke jogja, berkat saling kenal, Revita gag ngelamun aja dikamar Hotel, tapi bisa puter2 n blanja2 di Malioboro sama akyu- berkedip kedip mode on-

Well intinya, seneng bgt bisa gabung ama RANers, temen2 Official Ran di FB yang sangat ‘ humble’…

hemm feels like home^_^

makasih ya. . .





ini foto bareng RANers bandung

Selasa, 25 Agustus 2009

Met puasa. . .

Cuma mau ngucapin meT puasa aja kok
hehehhehhe. . .
muga2 puasa tahun ini lebih baek dari pada taon2 sebelumnya
amin. . .