Selasa, 15 Desember 2009

TinggaL braPa kaLi Lagi perTemuan?

Hum...wakTu sri Kandi makin menipis saja untuk bertemu Arjuna...
wakTu seRasa berjaLan sangaT Cepat..
dan itu membuat srikandi sedih..berarTi tak Lama Lagi dirinya akan berpisaH dengan Arjuna...
dan Srikandi akan kembaLi berkuTat dengan mimpi2 Lamanya...giring nidJi...
yang tak kan pernah bisa menjaDi nyata...
saaT ini yang bisa diLakukan Sri kandi hanyalaH menatap leKat arjuna sepuas mungkin..
beraDa di seputaran Arjuna sesering mungkin...
menikmati segaLa sesuatu bersama Arjuna, meski terliHat sangat KeciL...
menikmati setiap geTaran2 yang MeLuap2 peLan saat bersama Arjuna
menikmati setiap kibaRan kupu2 keciL yang berada di perutnya, yang selaLu beterbangan tak tenang saat srikandi bersebelaHan dengan Arjuna
menikmati setiap debaran dihatinya yang selalu tak menentu ketika bersama Arjuna
waktu srikandi sudah tak banyak lagi dengan Arjuna...
dan sri kandi berusaha menikmati setiap detik yang tersisa untuknya bersama Arjuna...

andai saja waktu dapat berpuTar baLik, ingin rasanya Srikandi menguLang setiap waktu bersama Arjuna...
andai saja itu semua bisa terjaDi....

Sejarah Komik Indonesia

Selama ini kita hanya tau mengenai komik- komik yang beredar disekitaran kita. Ada komik manga dari Jepang, ada komik- komik bercerita kepahlawanan dari Amerika ( Spiderman, batman, superman. Fantastic Four), komik humor Asterix- obelix, Tintin, dan beberapa produk luar yang sudah kita kenal. Beberapa dari komik tersebut bahkan sudah diangkat ke layar lebar.

Gimana ya dengan komik Indonesia sendiri, telusuri yuk sejarah komik dalam negeri. Kalo dari situs wikipedia nih (http://id.wikipedia.org/wiki/Komik_Indonesia), ternyata sejarah komik Indonesia di bagi dalam beberapa generasi lowh. Ada generasi 1930an, generasi 1940-1950an, generasi 1960-1970an, generasi 1990-2000an. Awalnya komik Indonesia dibawa oleh Belanda saat jaman penjajahan dulu. Komik Indonesia terdiri dari dua bentuk, yaitu komik strip dan buku komik. Tercatat dalam sejarah, komik pertama Indonesia dibuat oleh Kho Wan Gie, berjudul Put On, berbentuk komik strip dan diterbitkan di surat kabar Sin Po. Komik put on menginspirasi komik Indonesia kala itu. Banyak beredar komik strip di berbagai surat kabar. Sebut saja Mentjcari Poetri Hidjaoe, kemudian “Kisah Pendudukan Jogja” yang diterbitkan di harian Pikiran rakyat.

Masuknya komik- komik superhero dari Amerika ternyata banyak menginspirasi komikus Indonesia untuk membuat komik serupa namun dioleh dengan cerita dan gaya local Indonesia. Sebut saja komik Wonder Woman yang menginspirasikan R A Kosasih( Bapak Komik Indonesia) untuk mengemas cerita serupa dengan selera local, yaitu komik berjudul Pahlawan Wanita. Komik- komik lainnya yang terinspirasi dari tokoh- tokoh superhero Amerika diantaranya Puteri Bintang, Garuda Putih dan Kapten Comet.

Pengimitasian tersebut ditentang oleh beberapa pihak. Beberapa komikus mencoba menciptakan komik Indonesia sesuai dengan budaya dan cerita dalam negeri sendiri. Cerita yang diambil biasanya berasal dari cerita wayang Sunda atau Jawa. Mahabarata adalah salah satu contoh komik Indonesia yang berhasil mengangkat cerita local budaya negeri sendiri. Komik ini akhirnya dibukukan ( buku komik).

Perkembangan informasi dan teknologi, membuat semua informasi dapat diakses dengan lebih mudah. Kapan saja dimana saja. Hal ini membuat komik- komik dari luar beredar bebas dan membuat para pecinta komik lupa akan komik- komik local. Terlena dengan komik- komik dari luar, membuat komik local terlihat seperti tak berproduksi untuk menciptakan komik denga ide dan gaya cerita Indonesia seperti yang dulu pernah dilakukan, padahal toh komik Indonesia pun tetap berproduksi dengan gaya dank has yang sudah berubah. Komik- komik dari Amerika dan Jepang ( biasa disebut manga) mengispirasikan komikus Indonesia untuk menciptakan komik denga gaya dan nafas yang mirip.

Keadaan tersebut membuat beberapa komikus Indonesia menciptakan komik sendiri( biasa disebut komik independent). Komik diciptakan dengan gambar yang lebih variatif dan eksperimental. Komikus independent biasanya mengandalkan mesin fotokopi untuk mengggadakan karnyanya. Sistem distribusi sendiri biasanya dilakukan saat ada pameran komik. Atau dijual di jalan bahkan barter antar komikus. Biasanya komikus independent berkarya tanpa adanya tujuan komersil.

Selasa, 08 Desember 2009

saat punTadewa datang. . .

siapa bilang jika Srikandi adalah perempuan paling kuat, yang selalu maju di medan perang membawa panah tak kalah gagahnya dengan Arjuna...
toh srikandi pun luluh, tak bertenaga saat Arjuna ada di sisinya..
tak pernah ada yang tau, Srikandi menyukai Arjuna. . .
namun, sepertinya, Srikandi makin yakin saja, perasaan yang dimilikinya hanya ada dalam hatinya, hanya perasaan sebelah tangan. dimana Arjuna tak pernah merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan Srikandi
dan srikandi pun jatuh...
lunglai...mencoba bertahan dengan sedikit harapan akan perasaan Arjuna yang bisa berbalik menyukainya...
Srikandi selalu berharap Arjuna melakukan sesuatu untukknya
sama seperti saat Srikandi melakukan sesuatu dengan sepenuh hati untuk Arjuna
namun sepertinya Arjuna sama sekali tak sadar
Arjuna sibuk dengan dunianya
sibuk dengan bintang2, dengan mentari diseputarannya...
saat Srikandi masih berusaha bertahan, memperlakukan Arjuna dengan sepenuh hatinya
dengan harapan Arjuna membalasnya
namun toh,,,ada yang lain yang membalas perhatian Srikandi
puntadewa....
srikandi terus mencintai Arjuna...dan Arjuna terus menyakiti
dan puntadewa mencoba menggugah perasaan srikandi
dengan segala yang dia lakukan
perlakuan yang diharapkan srikandi dilakukan oelh Arjuna, namun tak pernah dilakukan Arjuna
malah seorang puntadewa yang melakukan semuanya
semua mimpi dan harap srikandi pada Arjuna...

saat ini srikandi masih bertahan mencinta Arjuna...
lihat saja nanti apakah semuanya akan berubah...

Kamis, 19 November 2009

PAgi senDu

sebenarnya aku pun tak tau kemana arah pikiranku saat ini
akhir2 ini...
aku seakkan terlalu mendramatisir apa yang terjadi antara diriku, dirinya
padahal toh, tak ada yang terjadi bukan?
dan aku seperti kembali dalam angan mimpiku, merangkai kisah dalam khayalku
dan membuatnya seakan nyata...
dia, dia tak pernah mengetahui mimpiku ini, kena imbasnya...
mimpiku yang tak terwujud dan dirinya akhir2 ini yang sibuk berkutat dengan dirinya dan kepalanya, dan materinya, dan tanggungjawabnya dan kuliahnya dan...entah apalagi,
ku tak tau
tak pernah tau
dia tak pernah mau memberi tau
seakan dirinya tak percaya padaku
dan aku merasa sedih akan hal itu
sedih? bodoh sekali aku ini...memangnya aku siapa? sampai dia harus memberitahukan detail isi kepalanya yang akhir2 ini nampak membuatnya tak bisa berpikir
andai saja dia tau, aku ingin selalu ada untuknya
meringankan segala bebannya
namun sepertinya dia berpikir keras, apakah aku bisa menempati kursi kosong disisinya, yang selalu siap meringankan bebannya
seakan bukanlah aku orang yang akan duduk di kursi itu
owhhh come on firLi!
waktumu cuma tinggal sebuLan lagi bersamanya.manfaatkan sisa hari2 terakhirmu...
tak usah mendramatisir keadaan
tak perlu kau tau apakah kau ada dihatinya atau tidak
peduli setan dengan itu!
bahagiakan dirimu selama satu bulan ini dengan dirinya
setelah itu, kau akan pergi jauh dari sisinya
bahagiakan dirimu dengan perasaan jatuh cinta
paling tidak selama satu bulan ini saja
peduli setan dengan pertanyaan, " adakah aku dihatimu, dimimpimu?"
yang penting, selama sebulan ini kau terus ada disisinya....

Selasa, 17 November 2009

Komik ke Layar Lebar


Ternyata banyak sekali orang yang menggemari komik loh, ini terbukti dari jumlah penjualan komik yang mencapai angka fantastis. Misalnya saja komik asal negeri sakura Crayon Sinchan yang terjual hingga 25 juta Eksemplar, atau pun Doraemon dan beberapa komik manga lainnya. Komik yang diproduksi orang- orang bule pun tak kalah populernya, sebut saja komik Asterix & Obelix yang telah dialih bahasakan lebih 150 bahasa di dunia ini. Masih ada beberapa karya lainnya, seperti Donald Bebek ( Walt Disney), Tintin, Flinston, The Simsons dan beberapa cerita bergambar yang telah dialih bahasakan dan disukai hampir di seluruh belahan bumi.

Penjualan komik- komik tersebut yang mencapai angka fantastis menandakan bahwa komik tersebut sangat disukai. Penjualan yang fantastis membuat produser film melirik komik tersebut untuk diangkat ke layer lebar. Baik dalam bentuk film layar lebar atau pun dalam bentuk serial tv. Sebut saja Walt Disney yang telah mengangkat cerita bergambarnya dalam bentuk layar lebar, dan tidak sedikit orang yang memadati bioskop hanya untuk melihat pemutaran perdana film tersebut. Tapi gak semuanya sih yang diangkat ke layar lebar. Komik manga buatan Jepang lebih banyak diproduksi dalam bentuk serial tv bersambung. Banyak banget contohnya, Doraemon, Crayon Sinchan, Kobo Chan, detektif Conan, Death Note, wah kalo ditulis satu- satu bisa penuh deh artikel kali ini Cuma buat nulis judul komik Jepang yang dijadikan serial tv. Hehehhe

Komik yang diangkat ke layar lebar atau pun dijadikan serial tv mendapat respon positif dari penggemarnya dan sama ketika membaca komiknya, para penggemar tak kan melewatkan satu episode pun dari serial bersambung yang ditayangkan di tv. Intinya, komik disukai serialnya pun disukai. Bahkan ada beberapa penonton yang awalnya tak mengetahui kalau ada komik dengan judul tersebut tapi sudah menyukai serialnya. Dan ini berimbas juga dengan penjualan komik yang makin meningkat.

Lalu gimana ya dengan komik Indonesia sendiri?
Masa keemasan komik Indonesia di tahun 1950-1970an ternyata masih terasa hingga kini. Komik-komik karya RA Kosasih, seperti Rara Inten, Sri Asih, Siti Gahara, sampai komik-komik Mahabharata, Bharatayudha, dan lainnya, masih banyak dicari oleh penggemar komik. Bahkan untuk memenuhi permintaan konsumen, sebagian telah dicetak ulang. Demikian pula komik-komik super hero Indonesia, mulai dari Gundala Putra Petir, Godam, Laba-laba Merah, sampai Si Buta dari Goa Hantu dan lainnya, kini banyak pula yang mengoleksinya dan telah pula dicetak ulang.
Komik- komik tersebut juga telah diangkat kelayar lebar sekitar tahun 1980-1990an. Bahkan cerita bergambar si Buta dari Goa Hantu pun sempet dijadikan serial yang diputar di tiap minggu siang oleh salah satu stasiun tv. Untuk saat ini, sepertinya belum ada lagi ya cerita bergambar hasil buatan anak negeri yang diangkat menjadi serial tv atau pun ke layar lebar ( kalau filmnya Gita Gutawa “ Mengejar Mimpi” itu termasuk gak ya?).
Ada beberapa komik buatan anak negeri yang mulai beredar di pasaran dengan cerita yang makin beragam. Mudah- mudhan suatu hari nanti karya- karya tersebut bisa nongol di tv atau pun nangkring di 21. amin…kebayang gak kalo cerita bergambar Bobo, Nirmala dan Oki serta Bona & Rong- rong dijadiin serial tv? Hemmm…

Minggu, 15 November 2009

Cinta pertama dan Terakhir- Sherina Munaf-

sebeLumnya tak ada yang mampu…
mengajakku untuk bertahan dikala sedih
sebeLumnya kuikat hatiku…hanya untuk aku seorang

sekarang kau disini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian…

kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini aku tak mengerti
akan kah sama jadinya biLa bukan kamu?
Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhirku…

Sebelumnya tak mudah bagiku
Tertawa sendiri dikehidupan yang kelam ini
Sebelumnya rasanya tak perku
Membagi kisahku tak ada yang mengerti
Sekarang kau disini hilanbg rasanya
Semua bimbang tangis kesepian

Bila suatu saat kau harus pergi jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
Karena senyummu menyadarkan ku
Kau lah cinta pertama dan terakhirku….

Di bawaH Payung Bening...

apriL 21 07

mendung menggelayut manja di bahu awan yang menghitam
surya sedari pagi malas menyingsingkan selimut dari kepalanya
rintikan kecil hujan mulai berlarian, saling berlomba menyentuh bumi

seorang gadis berdiri di ujung jalan
tangan kanan memegang payung bening yang terhampar diatasnya
melindungi untaian rambut kelamnya
melindungi balutan baju dan rok putihnya yang kemilau
melindungi wajah ayunya...

sang gadis menunggu surya menyambutnya
menemani dirinya menanti hujan reda
dibawah payung bening. . .